INFOLABUANBAJO.ID — Putra Mahkota Iran yang berada di pengasingan, Reza Pahlavi, mengeluarkan pernyataan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah dieliminasi.
Dalam pesannya kepada “rekan-rekan sebangsa,” Pahlavi menyebut Khamenei sebagai “despot haus darah di zaman kita” dan “pembunuh puluhan ribu putra dan putri terbaik Iran.” Ia menyatakan bahwa dengan kematian Khamenei, “Republik Islam pada dasarnya telah mencapai akhirnya dan segera akan menjadi bagian dari sejarah.”
Pahlavi juga menegaskan bahwa setiap upaya dari sisa-sisa rezim untuk menunjuk penerus akan gagal. “Siapa pun yang mereka tempatkan sebagai penggantinya tidak akan memiliki legitimasi maupun umur panjang, dan pasti akan ikut terlibat dalam kejahatan rezim ini,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia kemudian menyerukan kepada militer, aparat penegak hukum, dan pasukan keamanan Iran agar meninggalkan rezim. Menurutnya, upaya mempertahankan pemerintahan yang disebutnya sedang runtuh tidak akan berhasil. Ia menyebut momen ini sebagai “kesempatan terakhir” bagi mereka untuk bergabung dengan rakyat dan membantu memastikan transisi Iran menuju masa depan yang bebas dan makmur.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Israel National News
Halaman : 1 2 Selanjutnya







