Diserang AS-Israel, Kematian Khamenei Picu Seruan Revolusi, Putra Mahkota: Ini Akhir Republik Islam

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2026 - 00:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diserang AS-Israel, Kematian Khamenei Picu Seruan Revolusi, Putra Mahkota: Ini Akhir Republik Islam

Diserang AS-Israel, Kematian Khamenei Picu Seruan Revolusi, Putra Mahkota: Ini Akhir Republik Islam

INFOLABUANBAJO.ID — Putra Mahkota Iran yang berada di pengasingan, Reza Pahlavi, mengeluarkan pernyataan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah dieliminasi.

Dalam pesannya kepada “rekan-rekan sebangsa,” Pahlavi menyebut Khamenei sebagai “despot haus darah di zaman kita” dan “pembunuh puluhan ribu putra dan putri terbaik Iran.” Ia menyatakan bahwa dengan kematian Khamenei, “Republik Islam pada dasarnya telah mencapai akhirnya dan segera akan menjadi bagian dari sejarah.”

Baca Juga:  Resmi Diangkat! 1.244 PPPK Manggarai Diminta Jangan Asal Posting di Medsos – Ini Pesan Tegas Bupati Nabit!

Pahlavi juga menegaskan bahwa setiap upaya dari sisa-sisa rezim untuk menunjuk penerus akan gagal. “Siapa pun yang mereka tempatkan sebagai penggantinya tidak akan memiliki legitimasi maupun umur panjang, dan pasti akan ikut terlibat dalam kejahatan rezim ini,” katanya.

Ia kemudian menyerukan kepada militer, aparat penegak hukum, dan pasukan keamanan Iran agar meninggalkan rezim. Menurutnya, upaya mempertahankan pemerintahan yang disebutnya sedang runtuh tidak akan berhasil. Ia menyebut momen ini sebagai “kesempatan terakhir” bagi mereka untuk bergabung dengan rakyat dan membantu memastikan transisi Iran menuju masa depan yang bebas dan makmur.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Israel National News

Berita Terkait

VIRAL! Diduga Guru PNS di Ruteng Tulis Komentar Pedas Saat Keluarga Berduka, Netizen: Tak Punya Empati!
Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo
Kronologi Kematian Anggota Polisi di Manggarai Timur, Diduga Akhiri H!dup karena Ini
Soal Pengusaha Penggilingan Padi di Lembor Ditemukan Tewas, Begini Penjelasan Warga
Warga Lembor Ditemukan Meninggal di Persawahan Wae Bangka, Polisi Masih Olah TKP
Seorang Anggota Polisi Ditemukan Meninggal di Manggarai Timur, Begini Penjelasan Singkat Kapolres
Info Labuan Bajo Dapat Kesempatan Hak Jawab, Dewan Pers Tegaskan Ini Bukan Kasus Hukum
Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Polisi di Labuan Bajo Ikut Bangun Mushola Warga

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 22:15 WITA

VIRAL! Diduga Guru PNS di Ruteng Tulis Komentar Pedas Saat Keluarga Berduka, Netizen: Tak Punya Empati!

Kamis, 16 April 2026 - 23:16 WITA

Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo

Kamis, 16 April 2026 - 13:48 WITA

Kronologi Kematian Anggota Polisi di Manggarai Timur, Diduga Akhiri H!dup karena Ini

Rabu, 15 April 2026 - 13:52 WITA

Soal Pengusaha Penggilingan Padi di Lembor Ditemukan Tewas, Begini Penjelasan Warga

Selasa, 14 April 2026 - 22:54 WITA

Seorang Anggota Polisi Ditemukan Meninggal di Manggarai Timur, Begini Penjelasan Singkat Kapolres

Berita Terbaru

Pada Senin (14/4/2026), Weng bertemu dengan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia (TMI), Don Muzakir, di Gedung Pusat TMI.

Pemerintah

Aksi Nyata Wabup Manggarai Barat Jemput Program Pertanian ke Pusat

Kamis, 16 Apr 2026 - 13:02 WITA