Ada pula netizen yang mencoba berprasangka baik. Kasim Bura berkomentar, “Mungkin SOP-nya karena kualitas air bersih daerah ini diragukan. Dulu ada profesor rektor di Timor juga mandi pakai air kemasan khusus dari Bogor.”
Meski begitu, komentar satir tetap mendominasi. Chelly Utha menulis singkat, “Halus tetapi menusuk & sakitttt.”
Labuan Bajo dan Krisis Air Bersih
Sebagai kota wisata super premium, Labuan Bajo masih menghadapi masalah klasik soal distribusi air bersih. Banyak warga mengaku harus membeli air secara mandiri karena suplai dari Perusahaan Air Minum (PAM) tidak lancar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Netizen Rhiken menegaskan, “Bilangnya kota premium, tapi air bersih saja belum sempurna. Masyarakat masih beli air terus dari dulu sampai sekarang.”
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya penyediaan infrastruktur dasar di kawasan pariwisata prioritas nasional, bukan hanya pembangunan fasilitas mewah semata. ***
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







