INFOLABUANBAJO.ID — Dukungan publik terhadap langkah hukum yang diambil wartawan Info Labuan Bajo, Remi Nahal, terus mengalir deras. Ia melaporkan seorang guru sekolah dasar di Ruteng, Emiliana Helni, atas dugaan penghinaan melalui pesan WhatsApp saat menjalankan tugas jurnalistik.
Gelombang dukungan itu terlihat jelas di kolom komentar akun Facebook resmi Info Labuan Bajo. Banyak netizen menilai langkah hukum tersebut tepat sebagai bentuk pembelajaran etika dalam berkomunikasi, khususnya terhadap profesi jurnalis.
Seperti disampaikan akun Antonius Rahu yang menyoroti pentingnya sikap narasumber saat dimintai klarifikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Harusnya calon narasumber ini mengedepankan etika sih dalam berkomunikasi apalagi jurnalis ingin melakukan klarifikasi. Seharusnya ini jadi momentum bagi narsum untuk menjelaskan duduk perkara biar tidak menjadi bola liar di ranah publik,” tulisnya.
Dukungan serupa juga datang dari akun Flori Naman yang berkomentar, “mantap dan lanjutkan…. 👍🏻👍🏻”.
Sementara itu, Josephus Steventus menuliskan, “Lanjut kawan.”
Akun Nana Wilim turut menyuarakan dukungan dengan komentar, “Gaskan, kasih paham.”
Komentar bernada serupa juga disampaikan akun Andi Nggau, “kaeku menyala🫡.”
Tak hanya di media sosial, dukungan juga disampaikan secara langsung kepada pihak wartawan. Remi Nahal pun menyampaikan terima kasih atas solidaritas yang diberikan.
Sudah Dilaporkan ke Polisi
Diketahui, Emiliana Helni telah resmi dilaporkan ke Polres Manggarai Barat pada Sabtu, 18 April 2026 sore. Dalam laporan tersebut, sejumlah bukti percakapan WhatsApp turut diserahkan sebagai barang bukti.
Kasus ini bermula saat Remi Nahal berupaya melakukan konfirmasi terkait sebuah komentar yang viral di Facebook pada Jumat, 17 April 2026 malam.
Dalam pesan pembukanya, Remi menyampaikan permintaan klarifikasi secara sopan.
“Selamat malam kaka Ibu. Mohon ijin mungkin mengganggu. Perkenalkan saya Remi dari Media INFOLABUANBAJO.ID. Mau minta penjelasaannya ite soal salah satu komentar di Facebook yang kemudian diviralkan lagi oleh akun Manggarai Viral. Kira-kira bagaimana awalnya itu kaka Ibu. Terima kasih,” tulis Remi.
Namun, respons yang diterima justru di luar dugaan. Emiliana sempat membalas lalu menghapus pesan, sebelum akhirnya menuliskan:
“Hahahahaa perkara dengan akun palsu, buang-buang waktu.”
Remi mencoba tetap menjaga komunikasi profesional.
“Siap kaka… mungkin ada tanggapan lainnya kak. Biar postingan itu diluruskan dan publik bisa mendapatkan pencerahan,” balasnya.
Percakapan Memanas
Alih-alih memberikan klarifikasi, Emiliana justru melontarkan pernyataan bernada merendahkan.
“I can akun palsu tidak perlu ditanggap, saya mau debat dengan akun asli, biar tau cerdasnya sampai di mana. Buang waktu saya, orang kerja tidak level dengan fake akun. Kenapa harus pakai akun palsu mau serang saya, hahaaa lucu dehh. Penting sekali saya buat grup kalian e?” tulisnya.
Percakapan pun berlanjut dengan nada yang semakin memanas.
“Bayar utang kah siapa jagoan kalian itu, suruh dia bayar urang. Malu-maluin. Kau mau sebarkan chat saya, saya sangat bangga dan senang karena begitu berartinya saya buat grup kalian.”
Remi kembali mencoba meluruskan konteks.
“Kalau saya tidak masuk dalam ranah utang piutang kak. Saya hanya minta tanggapannya kaka soal postingan yang diviralkan itu,” ujarnya.
Namun, Emiliana kembali merespons dengan kalimat yang dinilai tidak pantas.
“Lalu kenapa kau masuk ke ranah ini, kau kurang kerjaan. Tidak ada kerja lain? Berkebun ya. Jangan suka teror orang.”
Remi tetap merespons dengan tenang.
“Berarti kakak anggap apa yang saya lakukan ini kurang kerjaan ya kak? Oke tidak apa-apa kak. Yang penting saya sudah lakukan yang terbaik,” tulisnya.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







