INFOLABUANBAJO.ID – Isu penculikan anak yang sempat menghebohkan warga Desa Compang, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, ternyata bermula dari kesalahpahaman terkait penjualan obat herbal. Warga menuduh penjual menggunakan hipnotis saat bertransaksi, hingga situasi memanas dan sempat viral di media sosial.
Kapolsek Macang Pacar, Ipda Petrus Hindut, menjelaskan bahwa peristiwa yang terjadi di wilayah Noa itu murni persoalan jual beli obat herbal senilai Rp300.000, bukan upaya penculikan anak seperti yang ramai diberitakan.
“Kejadiannya bermula dari transaksi obat herbal. Pembeli merasa tertipu karena menduga penjual menggunakan hipnotis, lalu terjadi cekcok. Tidak ada unsur penculikan sama sekali,” tegas Ipda Petrus saat dikonfirmasi, Selasa (7/10/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dituduh Gunakan Hipnotis, Penjual Diamankan Warga
Setelah dugaan itu mencuat, penjual minyak herbal langsung diamankan oleh warga dan kepala desa setempat. Tak lama kemudian, dua anggota Polsek Macang Pacar turun ke lokasi untuk memediasi kedua belah pihak.
Dalam proses mediasi, polisi memastikan tidak ada tindakan kriminal. Kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Uang Rp300.000 dikembalikan kepada pembeli, sementara obat herbal dikembalikan kepada penjual.
“Semuanya sudah diselesaikan secara damai. Tidak ada tindak pidana, apalagi penculikan,” tambah Ipda Petrus.
Viral di Medsos, Narasi Penculikan Anak Bikin Panik
Meski sudah tuntas di lapangan, insiden itu sempat menimbulkan kepanikan setelah sejumlah akun media sosial menyebarkan narasi menyesatkan.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







