Beberapa unggahan bahkan menyebut penjual berpura-pura menjadi tukang urut dan mencoba menculik anak, lengkap dengan foto dua orang yang diamankan warga.
Unggahan tersebut cepat menyebar, membuat masyarakat percaya bahwa benar telah terjadi percobaan penculikan anak di wilayah Noa.
Polisi Tegaskan: Hoaks, Bukan Penculikan
Pihak kepolisian menegaskan seluruh kabar penculikan anak di Desa Compang adalah tidak benar alias hoaks.
Polisi mengimbau warga agar tidak mudah percaya pada informasi dari media sosial tanpa klarifikasi resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami minta masyarakat lebih bijak menyikapi informasi. Jangan langsung percaya atau menyebarkan berita tanpa dasar,” tegas sumber internal Polres Manggarai Barat.
Salah Paham Berujung Heboh
Kasus ini menjadi contoh bagaimana kesalahpahaman kecil dapat berkembang menjadi isu besar ketika informasi tidak diverifikasi.
Polisi menegaskan kembali, tidak ada penculikan anak di Desa Compang. Yang terjadi hanyalah kesalahpahaman antara warga dan penjual obat herbal yang dituduh memakai hipnotis saat berjualan.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







