Sedih, Tanpa Jembatan, Anak SD di Satarmese Tewas Terseret Arus Sungai Saat Pulang Sekolah

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025 - 21:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Igen menyerukan agar Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, turun langsung melihat kondisi Desa Jaong dan segera memprioritaskan pembangunan jembatan di empat titik sungai tersebut. Ia juga mendesak agar pemerintah daerah menghentikan proyek-proyek besar yang belum mendesak dan memusatkan anggaran pada infrastruktur vital seperti jembatan dan jalan desa.

“Batalkan dulu proyek yang tidak mendesak! Bangun jembatan yang menyelamatkan nyawa rakyat,” ujar Igen dengan nada tegas.

Dampak Sosial dan Ekonomi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak adanya jembatan bukan hanya menelan korban jiwa, tapi juga menjerat Desa Jaong dalam lingkaran ketertinggalan. Akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi lumpuh setiap kali hujan datang. Anak-anak kerap absen sekolah karena takut menyeberangi sungai, sementara petani kehilangan kesempatan menjual hasil panen tepat waktu.

Baca Juga:  CCTV Ungkap Peristiwa Lakalantas Maut di Labuan Bajo: Korban Tewas di Tempat

“Jembatan adalah pintu menuju pendidikan. Tanpa itu, harapan anak-anak kami ikut tenggelam bersama arus,” tutur Igen.

Selain itu, warga juga kesulitan mendapatkan layanan medis darurat karena ambulans tidak bisa melintasi sungai. Dalam beberapa kasus, pasien harus digendong menyeberangi arus deras untuk mencapai jalan utama.

Harapan untuk Tindakan Nyata

Baca Juga:  Koperasi Merah Putih Gusur Lahan Bumdes Suru Numbeng, Lembor Selatan: Investasi Rp 83 Juta Terancam Hilang

Warga Jaong kini berharap tragedi ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah provinsi dan kabupaten. Mereka menuntut langkah konkret, bukan sekadar janji.

“Cukup sudah air mata dan nyawa yang hilang. Kami tidak ingin ada Jesen berikutnya. Bangunlah jembatan itu sekarang, demi kemanusiaan,” tutup Igen.

Tragedi di Desa Jaong kembali menyoroti ketimpangan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman Nusa Tenggara Timur. Di saat sejumlah proyek besar terus berjalan di kota-kota besar, desa-desa seperti Jaong masih harus mempertaruhkan nyawa hanya untuk menyeberangi sungai. **

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

VIRAL! Diduga Guru PNS di Ruteng Tulis Komentar Pedas Saat Keluarga Berduka, Netizen: Tak Punya Empati!
Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo
Kronologi Kematian Anggota Polisi di Manggarai Timur, Diduga Akhiri H!dup karena Ini
Soal Pengusaha Penggilingan Padi di Lembor Ditemukan Tewas, Begini Penjelasan Warga
Warga Lembor Ditemukan Meninggal di Persawahan Wae Bangka, Polisi Masih Olah TKP
Seorang Anggota Polisi Ditemukan Meninggal di Manggarai Timur, Begini Penjelasan Singkat Kapolres
Info Labuan Bajo Dapat Kesempatan Hak Jawab, Dewan Pers Tegaskan Ini Bukan Kasus Hukum
Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Polisi di Labuan Bajo Ikut Bangun Mushola Warga

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 22:15 WITA

VIRAL! Diduga Guru PNS di Ruteng Tulis Komentar Pedas Saat Keluarga Berduka, Netizen: Tak Punya Empati!

Kamis, 16 April 2026 - 13:48 WITA

Kronologi Kematian Anggota Polisi di Manggarai Timur, Diduga Akhiri H!dup karena Ini

Rabu, 15 April 2026 - 13:52 WITA

Soal Pengusaha Penggilingan Padi di Lembor Ditemukan Tewas, Begini Penjelasan Warga

Rabu, 15 April 2026 - 11:43 WITA

Warga Lembor Ditemukan Meninggal di Persawahan Wae Bangka, Polisi Masih Olah TKP

Selasa, 14 April 2026 - 22:54 WITA

Seorang Anggota Polisi Ditemukan Meninggal di Manggarai Timur, Begini Penjelasan Singkat Kapolres

Berita Terbaru