Meski Satu Korban Belum Ditemukan, Usaha Pencarian Korban Tenggelam Kapal KM Putri Sakinah Dihentikan

- Redaksi

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meski Satu Korban Belum Ditemukan, Usaha Pencarian Korban Tenggelam Kapal KM Putri Sakinah Dihentikan

Meski Satu Korban Belum Ditemukan, Usaha Pencarian Korban Tenggelam Kapal KM Putri Sakinah Dihentikan

INFOLABUANBAJO.ID — Kantor SAR Maumere resmi menutup operasi pencarian korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Penutupan dilakukan meski satu korban hingga kini belum ditemukan.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fatur Rahman, mengatakan operasi pencarian dihentikan pada Jumat, 9 Januari 2026, pukul 14.20 WITA, setelah berlangsung selama 15 hari sejak kecelakaan kapal terjadi.

“Operasi SAR kami nyatakan selesai setelah dilakukan selama 15 hari sesuai prosedur. Namun, meski ditutup secara resmi, kami tetap melakukan pemantauan terhadap satu korban yang belum ditemukan,” kata Fatur Rahman, Jumat, 9 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam operasi pencarian tersebut, tim SAR gabungan berhasil menemukan tiga dari empat korban yang sebelumnya dinyatakan hilang. Seluruh korban yang ditemukan berada dalam kondisi meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya masih dinyatakan hilang.

Korban yang belum ditemukan diketahui merupakan anak dari Fernando Martin Carreras, warga negara Spanyol yang juga menjadi korban meninggal dalam peristiwa tersebut.

Kronologi Tenggelamnya KM Putri Sakinah

Baca Juga:  Dicari Untuk Lanjutkan Tugas, Oknum Polisi di NTT Kepergok Sedang Satu Ranjang dengan Polwan Cantik di Hotel

Kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, pada Jumat malam, 26 Desember 2025. Kapal tersebut mengangkut 11 orang, terdiri atas empat anak buah kapal (ABK) dan tujuh penumpang.

Dari tujuh penumpang, enam di antaranya merupakan warga negara Spanyol, sementara satu orang lainnya adalah pemandu wisata warga negara Indonesia.

Sesaat setelah kapal tenggelam, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, dan unsur terkait langsung melakukan operasi penyelamatan. Dalam tahap awal, tujuh orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sedangkan empat penumpang dinyatakan hilang, seluruhnya warga negara Spanyol.

Penemuan Korban

Korban pertama ditemukan pada Senin pagi, 29 Desember 2025, sekitar pukul 06.05 WITA. Jasad korban berjenis kelamin perempuan, warga negara Spanyol, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 900 meter dari titik dugaan kapal tenggelam.

Pada hari ke-10 pencarian, Minggu, 4 Januari 2026, tim SAR kembali menemukan satu korban. Jasad tersebut teridentifikasi sebagai Fernando Martin Carreras, pelatih tim B sepak bola wanita Valencia, Spanyol. Korban ditemukan pukul 08.47 WITA, berjarak sekitar 1,13 nautical mile atau dua kilometer dari lokasi tenggelamnya kapal.

Baca Juga:  Diduga Hina Sopir Wisata di TikTok, Pemilik Komodo Shuttle Minta Maaf

Selanjutnya, pada hari ke-12 operasi SAR, Selasa, 6 Januari 2026, satu jasad kembali ditemukan pada pukul 14.30 WITA. Korban ditemukan di sekitar bangkai kapal di perairan Pedde, Pulau Komodo, berjarak sekitar 7,48 nautical mile atau 13,85 kilometer laut dari titik tenggelamnya kapal.

Korban tersebut kemudian teridentifikasi sebagai anak laki-laki berusia 10 tahun, yang merupakan anak dari Fernando Martin Carreras. Penemuan jasad ini berawal dari laporan nelayan yang menemukan bangkai kapal dan segera melaporkannya kepada tim SAR gabungan.

Pemantauan Tetap Dilakukan

Dengan ditemukannya tiga korban meninggal dunia, hingga operasi SAR ditutup, satu korban masih dinyatakan hilang. Basarnas memastikan tetap melakukan pemantauan dan koordinasi apabila terdapat informasi baru terkait keberadaan korban yang belum ditemukan.

“Jika ada laporan atau temuan baru dari masyarakat atau nelayan, kami siap merespons dan melakukan langkah lanjutan,” kata Fatur Rahman.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

VIRAL! Diduga Guru PNS di Ruteng Tulis Komentar Pedas Saat Keluarga Berduka, Netizen: Tak Punya Empati!
Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo
Kronologi Kematian Anggota Polisi di Manggarai Timur, Diduga Akhiri H!dup karena Ini
Soal Pengusaha Penggilingan Padi di Lembor Ditemukan Tewas, Begini Penjelasan Warga
Warga Lembor Ditemukan Meninggal di Persawahan Wae Bangka, Polisi Masih Olah TKP
Seorang Anggota Polisi Ditemukan Meninggal di Manggarai Timur, Begini Penjelasan Singkat Kapolres
Info Labuan Bajo Dapat Kesempatan Hak Jawab, Dewan Pers Tegaskan Ini Bukan Kasus Hukum
Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Polisi di Labuan Bajo Ikut Bangun Mushola Warga

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 22:15 WITA

VIRAL! Diduga Guru PNS di Ruteng Tulis Komentar Pedas Saat Keluarga Berduka, Netizen: Tak Punya Empati!

Kamis, 16 April 2026 - 13:48 WITA

Kronologi Kematian Anggota Polisi di Manggarai Timur, Diduga Akhiri H!dup karena Ini

Rabu, 15 April 2026 - 13:52 WITA

Soal Pengusaha Penggilingan Padi di Lembor Ditemukan Tewas, Begini Penjelasan Warga

Rabu, 15 April 2026 - 11:43 WITA

Warga Lembor Ditemukan Meninggal di Persawahan Wae Bangka, Polisi Masih Olah TKP

Selasa, 14 April 2026 - 22:54 WITA

Seorang Anggota Polisi Ditemukan Meninggal di Manggarai Timur, Begini Penjelasan Singkat Kapolres

Berita Terbaru