INFOLABUANBAJO.ID — Kantor SAR Maumere resmi menutup operasi pencarian korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Penutupan dilakukan meski satu korban hingga kini belum ditemukan.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fatur Rahman, mengatakan operasi pencarian dihentikan pada Jumat, 9 Januari 2026, pukul 14.20 WITA, setelah berlangsung selama 15 hari sejak kecelakaan kapal terjadi.
“Operasi SAR kami nyatakan selesai setelah dilakukan selama 15 hari sesuai prosedur. Namun, meski ditutup secara resmi, kami tetap melakukan pemantauan terhadap satu korban yang belum ditemukan,” kata Fatur Rahman, Jumat, 9 Januari 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam operasi pencarian tersebut, tim SAR gabungan berhasil menemukan tiga dari empat korban yang sebelumnya dinyatakan hilang. Seluruh korban yang ditemukan berada dalam kondisi meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya masih dinyatakan hilang.
Korban yang belum ditemukan diketahui merupakan anak dari Fernando Martin Carreras, warga negara Spanyol yang juga menjadi korban meninggal dalam peristiwa tersebut.
Kronologi Tenggelamnya KM Putri Sakinah
Kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, pada Jumat malam, 26 Desember 2025. Kapal tersebut mengangkut 11 orang, terdiri atas empat anak buah kapal (ABK) dan tujuh penumpang.
Dari tujuh penumpang, enam di antaranya merupakan warga negara Spanyol, sementara satu orang lainnya adalah pemandu wisata warga negara Indonesia.
Sesaat setelah kapal tenggelam, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, dan unsur terkait langsung melakukan operasi penyelamatan. Dalam tahap awal, tujuh orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sedangkan empat penumpang dinyatakan hilang, seluruhnya warga negara Spanyol.
Penemuan Korban
Korban pertama ditemukan pada Senin pagi, 29 Desember 2025, sekitar pukul 06.05 WITA. Jasad korban berjenis kelamin perempuan, warga negara Spanyol, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 900 meter dari titik dugaan kapal tenggelam.
Pada hari ke-10 pencarian, Minggu, 4 Januari 2026, tim SAR kembali menemukan satu korban. Jasad tersebut teridentifikasi sebagai Fernando Martin Carreras, pelatih tim B sepak bola wanita Valencia, Spanyol. Korban ditemukan pukul 08.47 WITA, berjarak sekitar 1,13 nautical mile atau dua kilometer dari lokasi tenggelamnya kapal.
Selanjutnya, pada hari ke-12 operasi SAR, Selasa, 6 Januari 2026, satu jasad kembali ditemukan pada pukul 14.30 WITA. Korban ditemukan di sekitar bangkai kapal di perairan Pedde, Pulau Komodo, berjarak sekitar 7,48 nautical mile atau 13,85 kilometer laut dari titik tenggelamnya kapal.
Korban tersebut kemudian teridentifikasi sebagai anak laki-laki berusia 10 tahun, yang merupakan anak dari Fernando Martin Carreras. Penemuan jasad ini berawal dari laporan nelayan yang menemukan bangkai kapal dan segera melaporkannya kepada tim SAR gabungan.
Pemantauan Tetap Dilakukan
Dengan ditemukannya tiga korban meninggal dunia, hingga operasi SAR ditutup, satu korban masih dinyatakan hilang. Basarnas memastikan tetap melakukan pemantauan dan koordinasi apabila terdapat informasi baru terkait keberadaan korban yang belum ditemukan.
“Jika ada laporan atau temuan baru dari masyarakat atau nelayan, kami siap merespons dan melakukan langkah lanjutan,” kata Fatur Rahman.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi






