INFOLABUANBAJO.ID — Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas bersama sejumlah anggota keluarganya setelah kompleks kediamannya di Teheran dihantam serangan udara besar pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kematian pemimpin berusia 86 tahun itu menandai berakhirnya era kepemimpinan yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade, sekaligus memicu duka mendalam di Iran.
Media pemerintah Iran mengonfirmasi Khamenei tewas dalam serangan yang menghancurkan pusat komando kepemimpinan negara tersebut. Selain dirinya, beberapa anggota keluarga dekat dilaporkan ikut menjadi korban, termasuk seorang putri, menantu, cucu, serta salah satu menantu perempuan. Namun, otoritas Iran tidak merilis identitas mereka secara resmi.
Televisi pemerintah Iran menyebut Khamenei sebagai “syahid” dan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Warga dilaporkan berkumpul di berbagai kota, termasuk Teheran dan Qom, untuk menyampaikan belasungkawa dan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama ini menjadi figur sentral dalam sistem politik Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, pejabat Israel mengklaim jasad Khamenei ditemukan di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan. Dokumentasi penemuan jenazah tersebut dilaporkan telah diperlihatkan kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga menyatakan bahwa operasi militer tersebut bertujuan melumpuhkan struktur kepemimpinan Iran.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







