Program ini tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga pendampingan usaha secara berkelanjutan.
Ia bahkan menyebut PNM sebagai “ujung tombak” pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita tidak bisa hanya memberikan pinjaman tanpa pendampingan. PNM hadir dengan sistem pemberdayaan, ini yang penting,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ibu-Ibu Jadi Garda Depan Ekonomi
Dalam dialog bersama nasabah PNM Mekaar di Desa Pasir Panjang, mayoritas penerima manfaat adalah kaum ibu yang menjalankan usaha kecil untuk menopang ekonomi keluarga.
Mereka mengaku terbantu dengan adanya akses pembiayaan yang lebih manusiawi dibandingkan pinjaman rentenir.
“Alhamdulillah, program ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari dan usaha kami,” ujar salah satu nasabah.
Dorongan Perluasan KUR di NTT
Selain menyoroti rentenir, Menteri Maman juga mengapresiasi peran Gubernur NTT dalam mendorong peningkatan alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah tersebut.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat kecil.
Komitmen Pemerintah: Lawan Rentenir dengan Akses Pembiayaan
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah memastikan sektor usaha mikro tetap menjadi prioritas.
Menteri Maman menegaskan, penguatan pembiayaan ultra mikro akan terus diperluas hingga ke wilayah terpencil agar masyarakat tidak lagi bergantung pada rentenir.
“Tujuan kami jelas, bagaimana negara hadir untuk masyarakat yang membutuhkan, dan memastikan mereka tidak lagi terjerat pinjaman yang mencekik,” tegasnya.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap praktik rentenir dapat ditekan, sekaligus membuka jalan bagi masyarakat kecil untuk tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2






