
EKONOMI | NASIONAL | Rabu, 11 Maret 2026 - 23:15 WITA
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia bisa memproduksi BBM dari jagung dan tebu di tengah krisis energi global. Pemerintah juga menargetkan pembangunan PLTS hingga 100 gigawatt untuk memperkuat swasembada energi nasional.

Breaking News | Infrastruktur | Selasa, 4 November 2025 - 20:21 WITA
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru dan memerintahkan PT KAI menambah 30 rangkaian KRL Jabodetabek. Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menghadirkan transportasi publik yang aman, nyaman, modern, dan terjangkau bagi seluruh warga Indonesia.

Breaking News | Minggu, 2 November 2025 - 10:56 WITA
INFOLABUANBAJO.ID — Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Hotel Lahan Select, Gyeongju, pada Jumat malam, 31 Oktober 2025, ketika Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto…

Breaking News | NASIONAL | Minggu, 2 November 2025 - 08:14 WITA
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) dan teknologi tinggi menjadi kunci bagi Indonesia untuk mempercepat pengentasan kemiskinan serta memperkuat ketahanan pangan

NASIONAL | Jumat, 31 Oktober 2025 - 07:18 WITA
Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Korea Selatan menghadiri KTT APEC 2025 bertema “Building a Sustainable Tomorrow: Connect, Innovate, Prosper.” Pertemuan ini membahas kerja sama ekonomi, perdagangan, teknologi, dan ketahanan pangan di kawasan Asia-Pasifik.

Breaking News | NASIONAL | Kamis, 30 Oktober 2025 - 11:28 WITA
INFOLABUANBAJO.ID — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi nyata antarnegara dan memastikan bahwa persaingan di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara…

Breaking News | NASIONAL | Kamis, 30 Oktober 2025 - 11:07 WITA
Presiden Prabowo Subianto menunjuk Maruarar Sirait sebagai Ketua Panitia Natal Nasional 2025 dan menegaskan program perumahan harus pro-rakyat.

Hukum & Kriminal | NASIONAL | Selasa, 21 Oktober 2025 - 08:06 WITA
Presiden Prabowo Subianto menerima langsung penyerahan uang pengganti kerugian negara Rp13,255 triliun dari Kejaksaan Agung. Dana itu berasal dari kasus korupsi ekspor CPO yang melibatkan tiga raksasa sawit: Wilmar, Musim Mas, dan Permata Hijau Group