INFOLABUANBAJO.ID – Emiliana Helni, seorang guru sekolah dasar (SD) di Ruteng, Kabupaten Manggarai, akhirnya buka suara terkait dugaan penghinaan terhadap wartawan yang dilaporkan ke Polres Manggarai Barat.
Emiliana Helni tidak banyak memberikan tanggapan saat dicecar pertanyaan oleh awak media. Ia ditemui usai menjalani pemeriksaan di Polres Manggarai Barat, Senin (20/4/2026), terkait kasus dugaan penyebaran data pribadi dan penghinaan di media sosial.
Kasus tersebut sebelumnya dilaporkan oleh IB, seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ditanya mengenai laporan dugaan penghinaan terhadap wartawan, Emiliana mengaku belum mengetahui adanya laporan tersebut.
“Saya tidak tahu itu. Saya belum dipanggil,” ujar Emiliana singkat kepada wartawan.
Meski demikian, ia sempat menjelaskan awal mula dirinya menulis unggahan bernada kasar di media sosial. Menurutnya, reaksi tersebut dipicu oleh sebuah tangkapan layar (screenshot) yang dikirim kepadanya.
Emiliana menyebut, dalam pesan tersebut terdapat unggahan dari seseorang yang menandai namanya dan menyebut dirinya “kebal hukum”.
“Waktu itu ada yang kirim screenshot ke saya, Melan Gail. Dia bilang, ‘kaka ini ada yang Banera TV ini, dia apa kaka punya nama’. Di situ dia bilang ibu Emi ini kebal hukum. Saya jengkel karena dia tag nama saya,” jelasnya.
Karena merasa tidak terima, Emiliana mengaku kemudian merespons dengan membuat unggahan bernada kasar.
“Berdasarkan itu maka saya posting dengan kata-kata kasar karena saya tidak suka dengan dia. Stop,” tegasnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kasus yang menyeret nama Emiliana Helni tersebut.
Diberitakan sebelumnya, seorang ibu guru sekolah dasar (SD) di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, bernama Emiliana Helni resmi dilaporkan ke Polres Manggarai Barat atas dugaan penghinaan terhadap seorang wartawan.
Laporan tersebut dilayangkan setelah terduga pelaku diduga mengirimkan pesan bernada menghina melalui aplikasi WhatsApp kepada korban yang diketahui berprofesi sebagai jurnalis media online di Labuan Bajo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula saat Remi Nahal wartawan dari Info Labuan Bajo hendak melakukan konfirmasi terkait sebuah informasi yang viral di Facebok pada Jumat 17 April 2026 malam. Namun, komunikasi yang terjadi justru berujung pada dugaan penyampaian kata-kata yang dinilai tidak pantas dan merendahkan profesi wartawan.
Peristiwa tersebut terjadi ketika Remi mencoba melakukan konfirmasi kepada Emiliana Helni, yang diketahui merupakan seorang guru sekolah dasar, terkait komentar yang viral di sejumlah grup Facebook.
Menurut Remi, ia telah menghubungi Emiliana melalui WhatsApp dengan memperkenalkan diri secara resmi dan menyampaikan maksud konfirmasi.
“Selamat malam kaka Ibu. Mohon ijin mungkin mengganggu. Perkenalkan saya Remi dari Media INFOLABUANBAJO.ID. Mau minta penjelasaannya ite soal salah satu komentar di Facebook yang kemudian diviralkan lagi oleh akun Manggarai Viral. Kira-kira bagaimana awalnya itu kaka Ibu. Terima kasih,” tulis Remi dalam pesan pembuka.
Namun, respons yang diterima justru di luar dugaan. Sekitar 20 menit kemudian, Emiliana sempat membalas, namun pesannya dihapus. Tak lama berselang, ia kembali mengirimkan pesan:
“Hahahahaa perkara dengan akun palsu, buang-buang waktu.”
Remi kemudian mencoba merespons dengan tetap menjaga etika komunikasi.
“Siap kaka… mungkin ada tanggapan lainnya kak. Biar postingan itu diluruskan dan publik bisa mendapatkan pencerahan,” balasnya.
Alih-alih memberikan klarifikasi, Emiliana justru melontarkan pernyataan bernada merendahkan.
“I can akun palsu tidak perlu ditanggap, saya mau debat dengan akun asli, biar tau cerdasnya sampai di mana. Buang waktu saya, orang kerja tidak level dengan fake akun. Kenapa harus pakai akun palsu mau serang saya, hahaaa lucu dehh. Penting sekali saya buat grup kalian e?” tulisnya.
Percakapan kemudian berlanjut dengan nada yang semakin memanas. Emiliana kembali menulis:
“Bayar utang kah siapa jagoan kalian itu, suruh dia bayar urang. Malu-maluin. Kau mau sebarkan chat saya, saya sangat bangga dan senang karena begitu berartinya saya buat grup kalian.”
Remi mencoba mengarahkan pembicaraan kembali ke konteks awal.
“Kalau saya tidak masuk dalam ranah utang piutang kak. Saya hanya minta tanggapannya kaka soal postingan yang diviralkan itu,” ujarnya.
Namun, Emiliana tetap merespons dengan kalimat yang dinilai tidak pantas.
“Lalu kenapa kau masuk ke ranah ini, kau kurang kerjaan. Tidak ada kerja lain? Berkebun ya. Jangan suka teror orang.”
Remi pun menanggapi dengan tetap menjaga sikap profesional.
“Berarti kakak anggap apa yang saya lakukan ini kurang kerjaan ya kak? Oke tidak apa-apa kak. Yang penting saya sudah lakukan yang terbaik,” tulisnya.
Percakapan kembali berlanjut, di mana Emiliana diduga melontarkan kata-kata yang semakin merendahkan.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







