Inilah Tampang 5 Tersangka Korupsi Pembangunan Sarpras Perkemahan Pramuka Manggarai Barat

- Redaksi

Kamis, 27 Juni 2024 - 11:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFOLABUANBAJO.ID — Lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara Tindak Pidana Korupsi dalam Paket Pekerjaan Pembangunan Fasilitas Sarana dan Prasarana Bumi Perkemahan Pramuka Mbuhung Di Desa Tiwu Nampar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Lima tersangka tersebut telah ditahan oleh Kejaksaan Negeri Manggarai Barat pada Rabu 26 Juni 2024 sore, masing-masing bernisial AA, FJ, ILN, PD, dan YT.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Manggarai Barat N.A.A Pradewa Artha, SH kepada Info Labuan Bajo menerangkan, modus oprandi yang dilakukan para tersangka ini yaitu dengan mengurangi kualitas dan kuantitas dari volume pekejaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bahwa terhadap 5 (lima) orang tersangka dengan inisial AA, FJ, ILN, PD, dan YT ditetapkan sebagai tersangka karena telah didukung oleh 2 (dua) alat bukti yang cukup,” ungkap Pradewa Artha.

Ia menjelaskan, paket Pekerjaan Pembangunan Fasilitas Sarana dan Prasarana Bumi Perkemahan Pramuka Mbuhung Di Desa Tiwu Nampar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2021 dengan Anggaran sebesar Rp. 732.166.000,- (tujuh ratus tiga puluh dua juta seratus enam puluh enam ribu rupiah) berdasarkan DPA/DPPA Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat Tahun Anggaran 2021 Nomor: DPPA B.1/1.01.2.19.0.00.03.000/001/2021.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Pemerk0saan, Foto Piche Kota di Balik Jeruji Tahanan Polisi Beredar di Media Sosial

“Modus Operandi Tersangka ILN (sebagai Peminjam Bendera Pelaksana CV Golo Kulu dan CV Multi Talenta) mengetahui ada paket pekerjaan tersebut dan menemui tersangka AA (Selaku PPK) dengan tujuan agar paket pekerjaan tersebut dapat ia kerjakan walapun tidak memilik perusahaan,” beber Pradewa Artha.

Selanjutnya terang Pradewa Artha, tersangka ILN pergi menemui Tersangka FJ (Direktur CV Golo Kulu). Selanjutnya CV. Golo Wulu mendapatkan paket pekerjaan Pembangunan WC Darurat di Bumi Perkemahan Mbuhung kemudian Tersangka ILN mengetahuí masih ada Paket pekerjaan Pembangunan MCK Eksekutif di Bumi Perkemahan Mbuhung Putri dan Pembangunan Posko/Sekretariat Semi Permanen di Bumi Perkemahan Mbuhung langsung menghubungi Tersangka AA

“Karena tidak mempunyai perusahaan Tersangka ILN kembali meminjam perusahaan milik Tersangka YT yaitu CV. Multi Talenta dan CV. Multi Talenta untuk selanjutnya ditetapkan sebagai penyedia dalam pembangunan tersebut. Kemudian pada paket pekerjaan lainnya Tersangka PD (selaku Direktur CV. Wae Delik Indah)
mengetahui ada paket pekerjaan Pembangunan MCK Eksekutif di Bumi Perkemahan Mbuhung Putra dan Pembangunan MCK Sekretariat/Posko di Bumi Perkemahan Mbuhung menemui Tersangka AA meminta agar paket tersebut dapat dia kerjakan selanjutnya terhadap 2 Paket tersebut akhirnya ditetapkan CV. Wae Delik Indah sebagai penyedia,” tambahnya.

Baca Juga:  Berobat Ingin Punya Anak, Seorang Dukun Justru Hamili Pasiennya Sendiri

Pradewa Artha menjelaskan, total
kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp. 223.231.000,- (dua ratus dua puluh tiga juta dua ratus tiga puluh satu ribu rupiah).

“Dengan modus operandinya mengurangi kualitas dan kuantitas dari volume pekejaan,” terangnya.

Para terduga pelaku ini disangka melanggar Primair Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Subsidiair Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

“Dengan ancaman pidana maksimum 20 Tahun dan denda maksimal 1 Milyar Rupiah,” tutup Kepala Seksi Intelijen Kejari Manggarai Barat N.A.A Pradewa Artha, SH.

Berita Terkait

Suami Emosi Tak Diberi Uang Rokok, Istri di NTT Jadi Korban Disiram Air Panas, Begini Penjelasan Polisi
Pria Asal Manggarai Timur Ditangkap di Labuan Bajo karena Sebarkan Foto Bugil Mantan Pacar di Media Sosial
Seorang Pria Babak Belur Dikeroyok 4 Orang di Labuan Bajo, Anak Korban Saksikan Ayahnya Dipukul Pakai Kayu
Baru Sebulan Jadi Prajurit TNI, Pemuda NTT Ini Malah Dijebloskan ke Sel Polisi, Tega Perkosa Anak di Bawah Umur Saat Urus Ijazah
Takut Dimarahi dan Diusir Orang Tua, Wanita 19 Tahun Ini Nekat Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya ke Tong Sampah
Ditolak Berhubungan Badan, Suami Gelap Mata Bunuh Istri, Jasad Disembunyikan di Bawah Karpet
Pinjam Mobil Penjual Kelapa, Dua Pemuda Diduga Bobol Vila di Labuan Bajo, Ditangkap Polisi Tengah Malam
Polda NTT Tegas! Oknum Polisi Manggarai Barat yang Diperiksa Terkait Lahan Nggoer Akan Diproses Jika Terbukti

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 17:27 WITA

Suami Emosi Tak Diberi Uang Rokok, Istri di NTT Jadi Korban Disiram Air Panas, Begini Penjelasan Polisi

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:02 WITA

Pria Asal Manggarai Timur Ditangkap di Labuan Bajo karena Sebarkan Foto Bugil Mantan Pacar di Media Sosial

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:22 WITA

Seorang Pria Babak Belur Dikeroyok 4 Orang di Labuan Bajo, Anak Korban Saksikan Ayahnya Dipukul Pakai Kayu

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:28 WITA

Baru Sebulan Jadi Prajurit TNI, Pemuda NTT Ini Malah Dijebloskan ke Sel Polisi, Tega Perkosa Anak di Bawah Umur Saat Urus Ijazah

Jumat, 13 Maret 2026 - 18:15 WITA

Takut Dimarahi dan Diusir Orang Tua, Wanita 19 Tahun Ini Nekat Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya ke Tong Sampah

Berita Terbaru