Dugaan Suap SP3 Benih Bawang: Nama Hery Nabit Disorot

- Redaksi

Minggu, 9 November 2025 - 22:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dugaan Suap SP3 Benih Bawang: Nama Hery Nabit Disorot

Dugaan Suap SP3 Benih Bawang: Nama Hery Nabit Disorot

INFOLABUANBAJO.ID — Dugaan suap dalam proses penghentian penyidikan kasus pengadaan benih bawang di Kabupaten Manggarai kembali mendapat sorotan. Komisi Kejaksaan Republik Indonesia menyatakan akan meminta klarifikasi resmi setelah rekaman percakapan yang beredar mengaitkan nama Bupati Manggarai, Herybertus Gerardus Laju Nabit, dengan aliran dana untuk mempercepat terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Kasus ini berkaitan dengan proyek pengadaan benih bawang varietas Super Philip senilai sekitar Rp1,4 miliar. Penyidik Kejari Manggarai sempat menduga adanya ketidaksesuaian spesifikasi, terutama soal masa dormansi benih. Namun pemeriksaan ahli dari Kementerian Pertanian menyatakan tidak ditemukan pelanggaran aturan berdasarkan Permentan Nomor 131 Tahun 2013. Meski semula disebut sulit dihentikan, Kejari Manggarai menerbitkan SP3 pada Agustus 2025 dengan alasan kurang bukti.

Rekaman Percakapan dan Aliran Dana

Sumber dugaan suap ini muncul dari rekaman pembicaraan antara mantan staf pengadaan, Gregorius Abdimun, dan kontraktor penyedia benih, Herman Ngana. Dalam rekaman, Herman menyatakan bahwa:
Ia menyerahkan uang untuk mempercepat proses SP3.

Ia dan Bupati Hery Nabit masing-masing disebut memberikan sekitar Rp100 juta.
Kepala Bapperida Manggarai, Livinus Vitalis Livens Turuk, disebut memberikan Rp35 juta.

Penyerahan dana tersebut diduga berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri Manggarai, melalui perantara Kepala Seksi Pidana Khusus waktu itu, Leonardo Da Silva, dan disebut atas arahan Kajari Manggarai saat itu, Fauzi, yang kini bertugas di Kejari Mojokerto.

Baca Juga:  Heboh, Bu Guru Cantik Nekat Ajak Murid Berhubungan Badan: Begini Modusnya

Rekaman itu juga menyebut keterlibatan beberapa jaksa lain dan seorang wartawan, yang menurut Herman, ikut memanfaatkan situasi penanganan kasus.

Herman menyatakan bahwa ia tidak merasa melakukan pelanggaran dalam pelaksanaan proyek, namun mengaku memenuhi permintaan uang karena khawatir terhadap tekanan hukum.

Desakan Penelusuran Independensi

Anggota Komisi Kejaksaan, Nurokhman, mengatakan lembaganya akan meminta klarifikasi sebelum menentukan langkah lanjutan.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Viva NTT

Berita Terkait

Korban Perusakan Rumah di Lembor Selatan Desak Polres Manggarai Barat Segera Tangkap Para Pelaku
Akademisi Desak BPN Manggarai Barat Kembalikan Tanah Muchtar Djafar Adam
Bupati Manggarai, Hery Nabit Disebut Ketar-ketir
13 Wanita PSK Open BO Diamankan di NTT, 6 Positif Sifilis dan 1 Terinfeksi HIV: Ada Pelajar SMA dan yang Hamil
Paman di Manggarai Barat Resmi Jadi Tersangka Persetubuhan dengan Keponakan di Bawah Umur
Dugaan Jual Beli Proyek Libatkan Politikus NasDem Manggarai Barat: Untuk Kepentingan Pilkada
Warga di Manggarai Barat Laporkan Kades Ke Kejaksaan Atas Dugaan Korupsi Dana Desa Miliaran Rupiah
Membingungkan, JPIC-SVD Ruteng Dukung Penegak Hukum atau Mafia Tanah?

Berita Terkait

Jumat, 28 November 2025 - 23:47 WITA

Korban Perusakan Rumah di Lembor Selatan Desak Polres Manggarai Barat Segera Tangkap Para Pelaku

Senin, 24 November 2025 - 19:44 WITA

Akademisi Desak BPN Manggarai Barat Kembalikan Tanah Muchtar Djafar Adam

Senin, 24 November 2025 - 17:45 WITA

Bupati Manggarai, Hery Nabit Disebut Ketar-ketir

Jumat, 21 November 2025 - 18:15 WITA

13 Wanita PSK Open BO Diamankan di NTT, 6 Positif Sifilis dan 1 Terinfeksi HIV: Ada Pelajar SMA dan yang Hamil

Kamis, 20 November 2025 - 20:25 WITA

Paman di Manggarai Barat Resmi Jadi Tersangka Persetubuhan dengan Keponakan di Bawah Umur

Berita Terbaru