Ditambahkannya, pengungkapan itu juga berdasarkan hasil pencocokan semua data identitas termasuk sidik jari pada e-KTP dinyatakan identik dengan Juliani (32).
“Kita juga mencocokan data sidik jari yang ada di kepolisian dan e-KTP agar memastikan identitas dari jenazah tersebut,” sambungnya.
Dirinya menyebut pihak keluarga dari jasad tersebut telah dihubungi untuk memastikan identitasnya dan melakukan pengecekan fisik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Keluarga korban sudah memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan kerabatnya,” sebut Alumni Akpol angkatan 2015 itu.
Lanjut AKP Lufthi, berdasarkan informasi dari pihak keluarga, Juliani (32) diduga hanyut akibat banjir bandang yang melanda Kecamatan Wera dan Kecamatan Ambalawi, Bima, NTB pada Minggu (2/2) lalu.
“Jenazah ini diduga salah satu korban dari bencana banjir bandang di Bima yang hanyut sampai ke Perairan Manggarai Barat,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan jasad Juliani (32) sementara masih dititipkan di RSUD Pratama Komodo, Labuan Bajo. Rencananya, jasad tersebut akan dibawah menuju Bima, NTB untuk dimakamkan.
“Besok pagi, jenazah akan dibawah menuju kampung halamannya menggunakan speed boat dan didampingi oleh pihak keluarga,” ucap Perwira pertama itu.
Halaman : 1 2







