INFOLABUANBAJO.ID – Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi atau Edi Endi melontarkan tawaran serius kepada Pertamina untuk mengoptimalkan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Labuan Bajo via jalur laut. Langkah ini diambil menyusul berbagai hambatan yang kerap terjadi pada distribusi darat, yang dinilai tidak efisien dan berisiko tinggi.
Usulan ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Penyelenggaraan BBM Bersubsidi dan LPG Wilayah Kabupaten Manggarai Barat di Ruang Rapat Bupati, Rabu 3 September 2025. Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Edi Endi dan dihadiri perwakilan Pertamina, jajaran Forkopimda Mabar (Kapolres, Dandim, Danlanal), serta sejumlah pimpinan OPD terkait.
Dalam pemaparannya, Perwakilan Pertamina Persero Niaga, Bayu Fadhilah, mengakui bahwa geliat ekonomi dan pariwisata di Labuan Bajo memicu kenaikan permintaan BBM yang signifikan. Namun, distribusi ke wilayah ini terkendala geografis. “Tantangan di Labuan Bajo atau NTT pada umumnya terkait dengan pola distribusi yang harus melalui banyak pulau. Kita harus mendistribusikan lewat kapal, dan itu menjadi tantangan bagi semua badan usaha,” jelas Bayu, dikutip dari infomabar.manggaraibaratkab.go.id.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bayu mengungkapkan, saat ini distribusi BBM ke Labuan Bajo masih bergantung pada Depo Reo. Perjalanan darat memakan waktu 8-9 jam dengan risiko tinggi, mengingat kondisi jalan yang hanya sanggup dilewati mobil tangki berkapasitas 16 kiloliter. Pertamina sendiri sedang mengupayakan peningkatan kapasitas Depo Reo, pembangunan Terminal BBM di Labuan Bajo, serta pembangunan pipa distribusi dari pelabuhan. Pembangunan pipa ini diharapkan dapat didukung penuh oleh Pemkab Manggarai Barat untuk memangkas waktu dan risiko pengangkutan darat.

Penulis : Fons Abun
Editor : F.A
Halaman : 1 2 Selanjutnya







