Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya

- Redaksi

Selasa, 14 April 2026 - 21:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya

Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya

INFOLABUANBAJO.ID — Kebijakan pembatasan kuota kunjungan wisatawan sebanyak 1.000 orang di kawasan Pulau Padar Selatan, Taman Nasional Komodo, menuai penolakan dari masyarakat Manggarai Barat. Penolakan tersebut disampaikan dengan sejumlah alasan yang dinilai mendasar, baik dari sisi konservasi maupun dampak ekonomi.

Salah satu perwakilan masyarakat, Try Dedi, menyebut kebijakan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat, khususnya terkait alasan konservasi yang dijadikan landasan utama.

“Alasan penurunan populasi komodo di Pulau Padar akibat aktivitas wisatawan sangat tidak tepat. Sejak awal, Pulau Padar bukan habitat asli komodo. Komodo di sana merupakan hasil migrasi yang dilakukan Balai Taman Nasional Komodo, dengan jumlah yang sangat terbatas,” ujar Try Dedi kepada Info Labuan Bajo Senin 13 April 2026.

Ia menegaskan, dengan kondisi tersebut, klaim adanya penurunan populasi komodo di Pulau Padar tidak relevan untuk dijadikan dasar pembatasan kunjungan wisatawan.

Selain itu, masyarakat juga menilai alasan kerusakan ekosistem di Pulau Padar Selatan akibat aktivitas wisatawan tidak didukung fakta di lapangan. Menurut Try Dedi, jalur trekking di kawasan tersebut hanya satu dan telah digunakan sejak lama tanpa perubahan signifikan terhadap kondisi tanah maupun vegetasi.

“Struktur tanah dan kondisi rumput tidak mengalami perubahan. Saat musim kemarau tetap kering, dan saat musim hujan kembali hijau seperti biasa. Jadi tidak ada kerusakan ekosistem yang signifikan akibat wisatawan,” jelasnya.

Baca Juga:  Ketum HIPMI Mabar: Pariwisata Labuan Bajo Mesti Dijaga dan Dirawat

Ia juga menyoroti persoalan kepadatan pengunjung yang kerap terjadi di titik pandang (view point) dan area pertemuan (meeting point). Menurutnya, hal itu bukan disebabkan oleh jumlah wisatawan, melainkan lemahnya pengaturan waktu kunjungan.

“Penumpukan terjadi karena tidak ada pengaturan waktu yang baik. Seharusnya itu yang dibenahi, bukan malah membatasi jumlah pengunjung,” tambahnya.

Namun demikian, Try Dedi mengakui bahwa pembatasan kunjungan bisa diterapkan di wilayah yang memang menjadi habitat asli komodo, seperti Pulau Komodo dan Pulau Rinca, jika terbukti terjadi perubahan perilaku satwa akibat interaksi dengan wisatawan.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kontras Sikap NasDem: Anggota DPR RI Dukung Pembatasan Wisatawan, DPRD Manggarai Barat Teken Petisi Penolakan
Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal
Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah
Ribuan Massa Siap Demo! Pelaku Wisata Labuan Bajo Tolak Pembatasan 1.000 Pengunjung ke TN Komodo
Pariwisata Labuan Bajo Bergejolak, Kuota Kunjungan TN Komodo Picu Polemik
Viral Wisatawan Dilarang Naik ke Pulau Padar, Kuota Penuh 1.000 Orang per Hari Jadi Penyebab
Indonesia Pinjamkan 2 Komodo ke Jepang, Ditukar Jerapah dan Panda Merah, Ini Tujuan Sebenarnya
Pembatasan 1.000 Pengunjung per Hari di Taman Nasional Komodo Mulai Berdampak: Turis Ungkap Kebingungan

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 21:20 WITA

Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya

Senin, 13 April 2026 - 22:26 WITA

Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal

Sabtu, 11 April 2026 - 10:50 WITA

Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah

Kamis, 9 April 2026 - 22:13 WITA

Ribuan Massa Siap Demo! Pelaku Wisata Labuan Bajo Tolak Pembatasan 1.000 Pengunjung ke TN Komodo

Rabu, 8 April 2026 - 09:50 WITA

Pariwisata Labuan Bajo Bergejolak, Kuota Kunjungan TN Komodo Picu Polemik

Berita Terbaru