Ia menegaskan bahwa pariwisata tidak cukup dipahami lewat paparan data ataupun acara seremonial. Sebagai penyelam aktif di sejumlah laut Indonesia, Prilly menilai pejabat yang mengurus sektor ini seharusnya ikut merasakan pengalaman wisata secara langsung.
“Kalau tidak pernah terjun sendiri, bagaimana bisa memahami kebutuhan wisatawan? Bagaimana bisa mempromosikan destinasi dengan tulus tanpa merasakan denyut kehidupan di sana?” tambahnya.
Pernyataan Prilly pun menuai perhatian publik. Sebagian besar warganet mendukung pandangannya bahwa pariwisata adalah soal pengalaman autentik, meski ada juga yang menilai komentar tersebut terlalu menyinggung ranah pribadi. Hingga kini, pihak Kemenparekraf maupun Menparekraf Widiyanti belum memberikan keterangan resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, isu soal permintaan Menpar Widiyanti menggunakan air galon untuk mandi saat kunjungan ke Labuan Bajo mencuat di media sosial pada Jumat, 19 September 2025. Kabar ini bermula dari pengakuan seseorang yang disebut-sebut sebagai staf Kementerian Pariwisata. ***
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2






