Lanal Labuan Bajo membantu penyediaan air bersih dan komunikasi untuk proses skrining mata di pesisir. Brimob Manggarai Barat mengerahkan dua bus untuk mengangkut pasien dari pulau sekaligus mengamankan lokasi operasi. Polres Manggarai Barat turut memperkuat pengamanan.
Dukungan juga datang dari KSOP Kelas III Labuan Bajo yang memfasilitasi perizinan pelayaran kapal pasien, menyediakan air bersih, hingga menyiapkan ruang transit di Pelabuhan KP3 Waterfront.
Dari sektor swasta dan komunitas, Padar Heritage Conservation (PHC), Artha Graha Peduli, dan Komodo Wildlife Ecotourism menyediakan kapal dan speedboat untuk skrining maupun mobilisasi pasien. Nusa Digital Creative (NDC) menanggung konsumsi pasien dari pulau, sementara Gahawisri membantu fogging dan kebersihan area penampungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Suara dari Para Pasien
Di sela-sela kegiatan, Mario, warga Papagarang, tak kuasa menahan rasa lega. “Saya ucapkan terima kasih kepada sponsor. Mata saya berhasil dioperasi, saya sudah bisa melihat lagi,” ujarnya.
Damianus Agung, warga Kolang, Desa Wajur, mengatakan operasi ini menjadi berkah tak terduga. “Kami tidak membayangkan ada kegiatan gratis begini. Dulu kalau mau periksa mata harus ke Ende, biayanya besar. Semoga operasi seperti ini terus ada, karena masih banyak yang sakit mata seperti saya,” ucapnya.
Semangat Gotong Royong
Rangkaian operasi katarak gratis ini menjadi potret bagaimana gotong royong masih hidup di Manggarai Barat. Dari penyediaan transportasi laut hingga tempat tinggal sementara, dukungan mengalir dari berbagai penjuru—darat maupun laut.
Upaya ini diharapkan tidak hanya mengembalikan penglihatan warga, tetapi juga memberi dampak jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat pesisir dan kepulauan, yang selama ini bergantung pada akses layanan kesehatan yang terbatas. ***
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







