Berdasarkan informasi yang diperoleh warga, korban meninggal mengalami sejumlah luka bacok di beberapa bagian tubuh. Luka tersebut terdapat di kepala, wajah, perut, dan punggung. “Katanya ada tujuh luka tusukan di tubuh korban,” kata Galimun.
Ia menuturkan, bentrokan berlangsung cukup lama dan membuat warga sekitar memilih bertahan di dalam rumah. Warga baru berani keluar menjelang pagi hari setelah situasi dinilai aman.
Meski tidak mengetahui secara pasti asal kedua kelompok yang terlibat tawuran, Galimun menduga mereka merupakan mahasiswa dari luar daerah Malang. Ia menyebut insiden serupa pernah terjadi sebelumnya di kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau dilihat, mereka bukan mahasiswa asli Malang. Kejadian seperti ini juga bukan yang pertama,” ujarnya.
Kapolsek Lowokwaru Komisaris Polisi Anang Tri Hananta membenarkan adanya peristiwa tawuran tersebut. Ia mengatakan polisi masih menyelidiki penyebab bentrokan dan mengidentifikasi para pelaku.
“Kami masih melakukan penyelidikan terkait pemicu tawuran dan korban dari kedua belah pihak. Saat ini tercatat satu korban meninggal dunia dan dua orang luka-luka,” kata Anang.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2






