“Yang Mendapati Korban Kapal Tenggelam Itu Nelayan, Bukan Basarnas”, Kata Para Demonstransi di Depan Kantor KSOP Labuan Bajo

- Redaksi

Kamis, 8 Januari 2026 - 18:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yang Mendapati Korban Kapal Tenggelam Itu Nelayan, Bukan Basarnas”, Kata Para Demonstransi di Depan Kantor KSOP Labuan Bajo

Yang Mendapati Korban Kapal Tenggelam Itu Nelayan, Bukan Basarnas”, Kata Para Demonstransi di Depan Kantor KSOP Labuan Bajo

 

INFOLABUANBAJO.ID — Sejumlah massa yang tergabung dalam Lembaga Pengkaji dan Peneliti Demokrasi Manggarai (LPPDM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kepolisian Resor Manggarai Barat dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo, Kamis, 8 Januari 2026. Mereka menyoroti penanganan tragedi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Putri Sakinah yang menewaskan wisatawan asal Spanyol.

Ketua LPPDM Marsel Ahang mengatakan korban kapal tenggelam justru ditemukan oleh nelayan, bukan oleh tim Basarnas. Padahal, kata dia, negara mengalokasikan anggaran besar untuk lembaga pencarian dan pertolongan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang mendapati korban itu nelayan, bukan Basarnas. Negara keluarkan uang besar untuk Basarnas, tapi nelayan yang capek itu yang mendapatkan korban. Inilah potret negara kita yang sedang tidak baik-baik saja,” kata Marsel dalam orasinya.

Aksi yang diikuti sekitar 20 orang itu dipimpin langsung oleh Marsel Ahang. LPPDM menilai tragedi tenggelamnya KM Putri Sakinah mencerminkan lemahnya pengawasan keselamatan pelayaran serta buruknya tata kelola perizinan kapal wisata di Labuan Bajo, destinasi pariwisata super prioritas.

Sebelumnya, satu jenazah korban warga negara Spanyol ditemukan nelayan pada Senin pagi, 29 Desember 2025, di perairan Pulau Serai, sekitar satu mil dari lokasi tenggelamnya kapal. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Komodo untuk proses identifikasi. Tangis keluarga korban pecah saat memastikan identitas jenazah tersebut.

Baca Juga:  Warga Manggarai Segera Bisa Terbang Langsung ke Denpasar, Bandara Ruteng Usulkan Tiga Rute Baru

Setelah 10 hari pencarian, jasad Martin Carreras Fernando, pelatih tim sepak bola putri Valencia CF di Spanyol, akhirnya ditemukan pada Minggu (4/1/2026) siang

Penemuan berikutnya terjadi pada Selasa, 6 Januari 2026. Dua nelayan Pulau Komodo, Saiful dan Hadi Kusuma, menemukan bangkai kamar kapal yang diduga bagian dari KM Putri Sakinah. Bangkai tersebut ditarik ke Pantai Pede. Saat dibuka, nelayan mencium bau menyengat dan menemukan satu jenazah di dalamnya. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada tim SAR gabungan.

Hingga kini, tim SAR masih melakukan pencarian terhadap satu korban lainnya, warga negara Spanyol yaitu anak dari Fernando Martin, pelatih tim putri Valencia FC.

Dalam pernyataan sikapnya, LPPDM mendesak Polres Manggarai Barat dan Polda Nusa Tenggara Timur segera menetapkan tersangka dalam kasus ini. Pihak yang didesak untuk dimintai pertanggungjawaban antara lain Kepala KSOP Labuan Bajo, pemilik kapal, agen perjalanan atau operator wisata, kapten kapal, serta anak buah kapal.

Selain itu, LPPDM meminta kepolisian menyelidiki Forum Komunikasi Keagenan Kapal Labuan Bajo (FOKAL) yang diduga ilegal. Mereka juga mendesak Kementerian Perhubungan mencopot dan memutasi seluruh staf KSOP Labuan Bajo yang diduga terlibat praktik mafia perizinan, pungutan liar dalam penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), serta pengaturan jasa kepelabuhanan.

Baca Juga:  Keuskupan Ruteng Menghukum Romo Gusti: Tarik Kembali Tugas Imamat dan Rahmat Penahbisan

Meski demikian, Marsel menegaskan pihaknya tetap mendukung pemerintah dalam menjaga dan mengembangkan pariwisata Labuan Bajo. “Yang kami lawan adalah kelalaian dan praktik kotor yang membahayakan nyawa manusia,” ujarnya.

Aksi sempat memanas ketika terjadi perdebatan antara Marsel Ahang dan perwakilan KSOP Labuan Bajo. Marsel mempertanyakan keberadaan forum keagenan kapal yang disebut-sebut dibentuk oleh KSOP.

“Ini sangat lalai. Berani atau tidak KSOP mencabut forum ini? Forum yang KSOP buat dengan Ahmad Efendi sebagai ketuanya,” kata Marsel, yang juga berprofesi sebagai pengacara.

Kasus tenggelamnya KM Putri Sakinah menjadi sorotan luas, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga internasional. Tragedi ini dinilai dapat mencoreng citra Labuan Bajo sebagai destinasi wisata kelas dunia apabila tidak ditangani secara transparan dan tuntas.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Jalan Putus Total, Akses Golo Woi–Meda di Cibal Barat Dilaporkan Lumpuh Akibat Hujan Berhari-hari
Hari Kelima Pencarian, Nasib Korban Tenggelam di Tiwu Pa’i Masih Gelap
Api Mengamuk Siang Hari di Ruteng, Rumah Guru Ini Ludes Tinggal Puing
Transparansi Dipertanyakan, Polres Manggarai Barat Dinilai Buruk terhadap Keterbukaan Informasi Publik
Tulisan “Mai Go Ite” Dipertanyakan, Sejumlah Laporan Warga di Polres Manggarai Barat Tak Kunjung Tuntas
Dugaan Pemicu Kebakaran Dua Kios di Depan SMKN 1 Labuan Bajo
Meski Satu Korban Belum Ditemukan, Usaha Pencarian Korban Tenggelam Kapal KM Putri Sakinah Dihentikan
Di Dekat Labuan Bajo, Tiang Listrik Berdiri, Puluhan Rumah Warga Tetap Gelap: PLN Janji Turun Survei

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:08 WITA

Jalan Putus Total, Akses Golo Woi–Meda di Cibal Barat Dilaporkan Lumpuh Akibat Hujan Berhari-hari

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:56 WITA

Hari Kelima Pencarian, Nasib Korban Tenggelam di Tiwu Pa’i Masih Gelap

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:29 WITA

Api Mengamuk Siang Hari di Ruteng, Rumah Guru Ini Ludes Tinggal Puing

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:56 WITA

Transparansi Dipertanyakan, Polres Manggarai Barat Dinilai Buruk terhadap Keterbukaan Informasi Publik

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:31 WITA

Tulisan “Mai Go Ite” Dipertanyakan, Sejumlah Laporan Warga di Polres Manggarai Barat Tak Kunjung Tuntas

Berita Terbaru