Diduga Dibayar Mafia Tanah, Aksi Premanisme di Labuan Bajo Kian Meresahkan

- Redaksi

Senin, 26 Januari 2026 - 11:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diduga Dibayar Mafia Tanah, Aksi Premanisme di Labuan Bajo Kian Meresahkan (Istimewa)

Diduga Dibayar Mafia Tanah, Aksi Premanisme di Labuan Bajo Kian Meresahkan (Istimewa)

INFOLABUANBAJO.ID — Aksi premanisme yang diduga terkait praktik mafia tanah kembali meresahkan warga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Sejumlah orang tak dikenal mencabut sedikitnya 10 plang permanen bertuliskan “Tanah Ini Milik Alosius Oba” yang terpasang di lahan milik Alosius Oba di kawasan Batu Gosok, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo.

Alosius mengatakan pencabutan plang tersebut dilakukan pada malam hari. Menurut dia, cara itu dipilih untuk menghindari pantauan pemilik tanah dan penjaga lokasi. “Mereka beraksi malam hari. Kalau siang mereka tidak berani karena setiap hari kami berjaga di lokasi. Mereka kucing-kucingan,” kata Alosius Oba di Labuan Bajo, Senin, 26 Januari 2026.

Ia menilai tindakan tersebut sangat meresahkan dan berpotensi memicu konflik terbuka. Jika dibiarkan, kata dia, aksi premanisme ini bisa berujung bentrokan fisik yang mengganggu stabilitas keamanan di kawasan wisata super prioritas itu. “Ini berbahaya. Kalau terus dibiarkan, bukan tidak mungkin terjadi bentrok,” ujarnya.

Alosius menduga para pelaku merupakan preman bayaran yang digerakkan oleh jaringan mafia tanah untuk menguasai lahan milik warga dengan cara-cara di luar hukum. “Mereka dibayar untuk mengganggu dan menekan pemilik tanah. Ini merusak rasa aman masyarakat Labuan Bajo,” kata dia.

Ia menegaskan, apabila ada pihak lain yang merasa memiliki hak atas tanah tersebut, seharusnya menempuh jalur hukum melalui gugatan perdata. “Jangan gunakan preman. Dampaknya fatal. Saya punya kuasa hukum, namanya dan nomor kontak sudah tercantum jelas di plang yang dipasang di lokasi,” ujarnya.

Alosius juga meminta aparat penegak hukum segera bertindak tegas. Menurut dia, dalam beberapa waktu terakhir, praktik premanisme di Labuan Bajo semakin mengkhawatirkan. “Mereka mempertaruhkan nyawa hanya karena dibayar mafia. Ini tidak boleh dibiarkan. Polisi harus segera menertibkan,” kata dia.

Ia menambahkan, tim kuasa hukumnya tengah mengkaji langkah hukum untuk melaporkan aksi tersebut ke kepolisian. “Kami sudah mengantongi bukti-bukti, termasuk dugaan pengrusakan fasilitas. Ada kerugian yang timbul. Dalam waktu dekat laporan akan dibuat,” ujarnya.

Baca Juga:  Kisah Gadis 18 Tahun Dinikahi Kakek 61 Tahun: Sama-sama Saling Mencintai

Sementara itu, seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum aparatur sipil negara (ASN) yang menduduki posisi strategis dalam pengerahan preman tersebut. Menurut sumber itu, oknum tersebut diduga berperan dalam manipulasi dokumen tanah hingga pengaturan kepemilikan lahan.

“Perannya sangat sentral. Dia mengatur dokumen, menentukan siapa pemilik yang akan ‘digeser’, menetapkan harga, bahkan mencarikan pembeli. Semua sudah kami kantongi. Ini persoalan serius dan harus diusut,” kata sumber itu.

Tanah milik Alosius Oba tersebut saat ini disebut berada dalam pengawasan Inspektur Jenderal Polisi I Wayan Sukawinaya bersama tim. Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan pondok dan sejumlah plang masih terpasang di area lahan yang disengketakan.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Mobil Diduga Dikemudikan Pengaruh Alkohol Tabrak Truk Sampah di Labuan Bajo
Viral, Mantan Bupati Ngada, Marianus Sae Pergoki Warga Labuan Bajo Buang Sampah di Pesisir Pantai
Mobil Tabrak Truk Sampah di Jalan Soekarno-Hatta Labuan Bajo
Pater Marsel Agot Diduga Pimpin Massa Bawa Parang Masuki Lahan Sengketa di Labuan Bajo: Bilang Biar Kita Mati Disini
DPR Berubah Pikiran, Ino Samsul Tersingkir: Putra Manggarai Timur Gagal Masuk Mahkamah Konstitusi
Tim SAR Temukan Satu Korban Longsor di Manggarai Timur pada Hari Keempat Pencarian
Kok Bisa! Menu Makan Bergizi Gratis Telur dan Jagung Mentah
Longsor di Manggarai Timur Tewaskan Tiga Orang, Pencarian Terkendala Alat Berat

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 17:55 WITA

Mobil Diduga Dikemudikan Pengaruh Alkohol Tabrak Truk Sampah di Labuan Bajo

Minggu, 1 Februari 2026 - 12:23 WITA

Viral, Mantan Bupati Ngada, Marianus Sae Pergoki Warga Labuan Bajo Buang Sampah di Pesisir Pantai

Minggu, 1 Februari 2026 - 09:14 WITA

Mobil Tabrak Truk Sampah di Jalan Soekarno-Hatta Labuan Bajo

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:08 WITA

Pater Marsel Agot Diduga Pimpin Massa Bawa Parang Masuki Lahan Sengketa di Labuan Bajo: Bilang Biar Kita Mati Disini

Selasa, 27 Januari 2026 - 13:36 WITA

DPR Berubah Pikiran, Ino Samsul Tersingkir: Putra Manggarai Timur Gagal Masuk Mahkamah Konstitusi

Berita Terbaru

Mobil Tabrak Truk Sampah di Jalan Soekarno-Hatta Labuan Bajo

Breaking News

Mobil Tabrak Truk Sampah di Jalan Soekarno-Hatta Labuan Bajo

Minggu, 1 Feb 2026 - 09:14 WITA

Berobat ingin Punya Anak, seorang Dukun Justru hamili Pasiennya sendiri  (Gambar Ilustrasi)

Hukum & Kriminal

Berobat Ingin Punya Anak, Seorang Dukun Justru Hamili Pasiennya Sendiri

Sabtu, 31 Jan 2026 - 10:09 WITA