INFOLABUANBAJO.ID — Sebuah foto yang memperlihatkan anak-anak sekolah meniti jembatan kayu darurat di atas sungai keruh beredar di grup Facebook Manggarai Bebas Berpendapat, Selasa, 24 Februari 2026. Unggahan itu dibagikan akun Yasias Yonardo Naoi disertai keterangan bernada kritik terhadap kondisi infrastruktur di Desa Romang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Dalam foto tersebut tampak seorang siswi berseragam putih dengan rok ungu berjalan tanpa alas kaki di atas batang kayu yang dirangkai seadanya. Di belakangnya, dua anak lain menunggu giliran meniti batang pohon yang difungsikan sebagai jembatan. Tidak terlihat pagar pengaman maupun penyangga yang memadai. Di bawahnya, aliran sungai berwarna cokelat mengalir deras.
“Di sinilah wajah nyata infrastruktur yang terlupakan oleh negara. Anak-anak sekolah harus menyeberangi sungai dengan jembatan kayu yang tak berkelengkapan apa pun demi pergi ke sekolah,” tulis Yasias. Ia juga menyinggung ketimpangan pembangunan yang dinilai lebih terpusat di wilayah perkotaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Desa Romang berada di Kabupaten Manggarai Barat, wilayah yang dalam beberapa tahun terakhir dikenal sebagai pintu masuk kawasan wisata premium Labuan Bajo dan gerbang menuju Taman Nasional Komodo. Status “super premium” yang disematkan pada destinasi tersebut kerap dikaitkan dengan geliat investasi dan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.
Namun, unggahan ini memunculkan ironi. Di satu sisi, Manggarai Barat dipromosikan sebagai etalase pariwisata kelas dunia. Di sisi lain, sebagian warga di pedalaman masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur dasar, termasuk jembatan penghubung bagi anak-anak sekolah.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya






