Artinya, realisasi pemasangan listrik di Kampung Kolong dan Kampung Rusing masih harus melalui sejumlah tahapan administratif dan teknis, termasuk persetujuan anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Jawaban ini sekaligus menegaskan bahwa proses elektrifikasi di wilayah pelosok tidak dapat dilakukan secara instan. Ada mekanisme perencanaan, survei teknis, hingga penganggaran yang harus dilalui sebelum jaringan benar-benar dibangun.
Meski demikian, kepastian jadwal survei pada Maret–April memberi secercah harapan bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan penerangan. Sebagian besar masyarakat di dua kampung tersebut masih mengandalkan lampu pelita dan genset pribadi dengan biaya operasional tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Momentum HUT ke-23 Manggarai Barat pun menjadi sorotan. Di satu sisi, perayaan usia daerah yang semakin dewasa dirayakan dengan berbagai seremoni pembangunan. Namun di sisi lain, masih ada ratusan rumah yang menanti sentuhan infrastruktur dasar berupa listrik.
PLN memastikan usulan warga telah masuk dalam proses dan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku. Kini, masyarakat Dusun Kolong dan Kampung Rusing menanti realisasi survei sebagai langkah awal menuju hadirnya listrik negara di kampung mereka.
Jika seluruh tahapan berjalan lancar dan mendapat persetujuan dari Kementerian ESDM, harapan warga untuk menikmati listrik secara resmi bukan lagi sekadar janji, melainkan tinggal menunggu waktu.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2






