Ditemui usai membuat laporan, Alo Oba mengatakan,” dengan ancaman itu saya merasa takut, terancam dan cemas karena saya tahu beliau (Pater Marsel Agot) seorang pemimpin umat dimana salah satu umatnya adalah saya. Saya kaget dan heran dia (Pater Marsel Agot melakukan dan mengucapkan kata-kata seperti itu yang menurut saya tidak layak sebagai seorang tokoh dan saya tahu beliau punya massa dan banyak yang mengikuti beliau. Dan ancaman-ancaman itu yang membuat saya takut,” terang Alo Oba.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor terkait tudingan tersebut. Upaya konfirmasi kepada Marselinus Agot masih dilakukan. Sementara itu, aparat kepolisian menyatakan laporan telah diterima dan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kasus ini menambah daftar panjang sengketa lahan di Labuan Bajo, daerah yang belakangan berkembang pesat sebagai destinasi pariwisata super prioritas. Lonjakan nilai tanah kerap memicu konflik kepemilikan dan klaim adat di sejumlah titik strategis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah geliat investasi dan pembangunan, persoalan legalitas lahan menjadi isu krusial. Aparat penegak hukum kini dituntut memastikan setiap sengketa diselesaikan melalui mekanisme hukum, bukan intimidasi atau ancaman kekerasan.
Halaman : 1 2






