INFOLABUANBAJO.ID — Mesothelioma adalah salah satu bentuk kanker langka yang paling mematikan, biasanya disebabkan oleh paparan asbes (asbestos). Di Amerika Serikat, penyakit ini telah menjadi dasar dari ribuan gugatan hukum terhadap perusahaan yang menggunakan atau memproduksi asbes tanpa memberikan perlindungan yang memadai kepada para pekerjanya. Selama beberapa dekade terakhir, sejumlah kasus besar mesothelioma telah mencatatkan sejarah dalam dunia hukum dan kesehatan kerja di negeri itu.
1. Kasus Landmark: Borel vs. Fibreboard Paper Products Corporation (1973)
Kasus ini dianggap sebagai tonggak sejarah dalam litigasi terkait asbes. Clarence Borel, seorang pekerja isolasi, mengajukan gugatan terhadap beberapa perusahaan produsen asbes karena menderita mesothelioma akibat paparan jangka panjang di tempat kerja.
Hasilnya, pengadilan memutuskan bahwa perusahaan bertanggung jawab karena gagal memperingatkan tentang bahaya asbes. Putusan ini membuka jalan bagi ribuan tuntutan hukum berikutnya di seluruh AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
2. Kasus Johns-Manville Corporation
Johns-Manville, salah satu produsen asbes terbesar di dunia, menghadapi ribuan gugatan dari mantan pekerja dan keluarga korban yang menderita mesothelioma dan penyakit paru lainnya.
Pada tahun 1982, perusahaan ini menyatakan bangkrut, dan kemudian membentuk Manville Personal Injury Settlement Trust untuk membayar kompensasi bagi para korban. Kasus ini menjadi simbol dari tanggung jawab korporasi terhadap bahaya industri dan menjadi acuan dalam penyelesaian kasus asbes berikutnya.
3. Kasus W.R. Grace and Company
Perusahaan kimia besar ini pernah menjadi subjek skandal nasional setelah ditemukan bahwa fasilitas mereka di Libby, Montana, menyebabkan paparan asbes yang luas terhadap masyarakat.
Ratusan warga mengalami penyakit paru dan mesothelioma akibat pencemaran udara oleh serbuk asbes. Pemerintah AS kemudian menuntut perusahaan ini atas pelanggaran hukum lingkungan, dan pada akhirnya, perusahaan harus membayar ratusan juta dolar untuk pembersihan lingkungan dan kompensasi korban.
4. Kasus Owens Corning Fiberglas
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







