Sawah Lodok di Manggarai: Warisan Budaya Unik Berbentuk Jaring Laba-Laba

- Redaksi

Selasa, 15 April 2025 - 11:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sawah Lodok di Manggarai: Warisan Budaya Unik Berbentuk Jaring Laba-Laba

Sawah Lodok di Manggarai: Warisan Budaya Unik Berbentuk Jaring Laba-Laba

Pemerintah daerah Manggarai juga terus mendorong pengembangan potensi wisata ini. Kepala Dinas Pariwisata Manggarai, Maria Tandi, menyatakan bahwa Sawah Lodok akan dipromosikan sebagai destinasi unggulan berbasis budaya dan kearifan lokal. “Kami mengedepankan konsep ekowisata dan pelibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan agar pariwisata berkelanjutan bisa terwujud,” jelasnya.

Upaya pelestarian budaya

Baca Juga:  Prihatin Turis Terperosok, Warga Labuan Bajo Tutup Lubang Trotoar dengan Dana Pribadi

Meski sudah mulai dikenal luas, tantangan dalam pelestarian sistem lingko tetap ada. Modernisasi, alih fungsi lahan, dan minimnya regenerasi petani muda menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, berbagai lembaga adat dan tokoh masyarakat terus mengedukasi generasi muda agar tetap mempertahankan tradisi dan mencintai tanah leluhur.

Sawah Lodok bukan hanya lanskap indah, tetapi juga cerminan identitas dan kearifan lokal masyarakat Manggarai yang patut dijaga. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor pariwisata, warisan budaya ini diharapkan akan tetap lestari dan membawa manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat setempat. ***

Penulis : Reims

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo
Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya
Kontras Sikap NasDem: Anggota DPR RI Dukung Pembatasan Wisatawan, DPRD Manggarai Barat Teken Petisi Penolakan
Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal
Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah
Ribuan Massa Siap Demo! Pelaku Wisata Labuan Bajo Tolak Pembatasan 1.000 Pengunjung ke TN Komodo
Pariwisata Labuan Bajo Bergejolak, Kuota Kunjungan TN Komodo Picu Polemik
Viral Wisatawan Dilarang Naik ke Pulau Padar, Kuota Penuh 1.000 Orang per Hari Jadi Penyebab

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 23:16 WITA

Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo

Selasa, 14 April 2026 - 21:20 WITA

Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya

Selasa, 14 April 2026 - 17:39 WITA

Kontras Sikap NasDem: Anggota DPR RI Dukung Pembatasan Wisatawan, DPRD Manggarai Barat Teken Petisi Penolakan

Senin, 13 April 2026 - 22:26 WITA

Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal

Sabtu, 11 April 2026 - 10:50 WITA

Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah

Berita Terbaru

Pada Senin (14/4/2026), Weng bertemu dengan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia (TMI), Don Muzakir, di Gedung Pusat TMI.

Pemerintah

Aksi Nyata Wabup Manggarai Barat Jemput Program Pertanian ke Pusat

Kamis, 16 Apr 2026 - 13:02 WITA