Sawah Lodok di Manggarai: Warisan Budaya Unik Berbentuk Jaring Laba-Laba

- Redaksi

Selasa, 15 April 2025 - 11:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sawah Lodok di Manggarai: Warisan Budaya Unik Berbentuk Jaring Laba-Laba

Sawah Lodok di Manggarai: Warisan Budaya Unik Berbentuk Jaring Laba-Laba

INFOLABUANBAJO.ID – Indonesia kaya akan keindahan alam dan budaya yang memukau. Salah satu pesona tersembunyi yang kini semakin dikenal wisatawan adalah Sawah Lodok di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Berbeda dengan sawah pada umumnya, Sawah Lodok memiliki bentuk unik menyerupai jaring laba-laba, menjadikannya salah satu lanskap pertanian paling ikonik di dunia.

Sawah Lodok merupakan sistem pertanian tradisional masyarakat Manggarai yang telah diwariskan turun-temurun. Sistem ini disebut “lingko” oleh masyarakat setempat. Dalam sistem ini, pembagian lahan pertanian dilakukan secara adat dengan titik pusat yang disebut “lodok”, yang menjadi pusat pembagian sawah secara radial ke berbagai arah, mirip seperti pola jaring laba-laba.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: Tamu Dilarang Masuk ke Pantai Pulau Padar, Penjaga Sebut Bos Mau Datang Bangun Hotel

Pakar budaya Manggarai, Fransiskus Senda menjelaskan bahwa sistem lingko bukan hanya tentang pertanian, tetapi juga mengandung filosofi kehidupan dan keadilan dalam pembagian sumber daya. “Pembagian lahan dilakukan secara musyawarah dan adil sesuai tradisi adat. Ini menunjukkan harmonisasi antara manusia, alam, dan leluhur,” ungkapnya.

Daya tarik wisata dan ekonomi lokal

Keunikan bentuk dan nilai budaya yang terkandung dalam areal persawahan ini menjadikannya daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Lokasi paling terkenal untuk melihat Sawah Lodok adalah di Cancar, Kecamatan Ruteng, sekitar 20 kilometer dari pusat kota Ruteng. Dari atas bukit, pengunjung dapat melihat pemandangan spektakuler sawah berbentuk simetris yang memesona.

Penulis : Reims

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya
Kontras Sikap NasDem: Anggota DPR RI Dukung Pembatasan Wisatawan, DPRD Manggarai Barat Teken Petisi Penolakan
Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal
Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah
Ribuan Massa Siap Demo! Pelaku Wisata Labuan Bajo Tolak Pembatasan 1.000 Pengunjung ke TN Komodo
Pariwisata Labuan Bajo Bergejolak, Kuota Kunjungan TN Komodo Picu Polemik
Viral Wisatawan Dilarang Naik ke Pulau Padar, Kuota Penuh 1.000 Orang per Hari Jadi Penyebab
Indonesia Pinjamkan 2 Komodo ke Jepang, Ditukar Jerapah dan Panda Merah, Ini Tujuan Sebenarnya

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 17:39 WITA

Kontras Sikap NasDem: Anggota DPR RI Dukung Pembatasan Wisatawan, DPRD Manggarai Barat Teken Petisi Penolakan

Senin, 13 April 2026 - 22:26 WITA

Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal

Sabtu, 11 April 2026 - 10:50 WITA

Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah

Kamis, 9 April 2026 - 22:13 WITA

Ribuan Massa Siap Demo! Pelaku Wisata Labuan Bajo Tolak Pembatasan 1.000 Pengunjung ke TN Komodo

Rabu, 8 April 2026 - 09:50 WITA

Pariwisata Labuan Bajo Bergejolak, Kuota Kunjungan TN Komodo Picu Polemik

Berita Terbaru

Pada Senin (14/4/2026), Weng bertemu dengan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia (TMI), Don Muzakir, di Gedung Pusat TMI.

Pemerintah

Aksi Nyata Wabup Manggarai Barat Jemput Program Pertanian ke Pusat

Kamis, 16 Apr 2026 - 13:02 WITA