“Populasi biawak komodo secara alami mengalami fluktuasi sesuai dengan ketersediaan satwa mangsa di alam. Secara umum, populasi komodo meningkat dalam tujuh tahun terakhir,” kata Hendrikus.
Data Balai TNK menunjukkan bahwa populasi komodo mencapai 2.897 ekor pada tahun 2018, dan terus meningkat hingga 3.396 ekor pada tahun 2023. Meski pada tahun 2024 jumlahnya menurun menjadi 3.270 ekor, angka ini masih dianggap dalam kisaran stabil.
“Pertumbuhan populasi komodo akan mengikuti daya dukung habitatnya. Jika daya dukung tinggi, populasi akan naik. Sebaliknya, jika menurun, populasinya juga bisa berkurang,” jelas Hendrikus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, faktor penting yang mendukung pertumbuhan populasi komodo antara lain adalah ketersediaan mangsa, keberhasilan reproduksi, dan kondisi habitat yang memadai.
Upaya Konservasi Tetap Dilanjutkan
Balai TNK berkomitmen untuk terus memantau dan menjaga keseimbangan ekosistem di habitat alami komodo. Koordinasi dengan lembaga konservasi seperti Komodo Survival Program menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga populasi satwa purba ini tetap lestari.
“Kami akan terus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan bahwa populasi komodo tetap terjaga dan kasus kematian seperti ini bisa diminimalkan,” pungkas Hendrikus. ***
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







