Berdasarkan data observasi BMKG, suhu minimum selama periode ini tercatat berkisar antara 20 hingga 23 derajat Celsius. Sementara itu, suhu maksimum pada siang hari masih berada di rentang normal, yakni 30-33 derajat Celsius. Meski begitu, udara terasa lebih sejuk. “Hal ini disebabkan oleh kelembaban udara yang rendah dan angin monsun yang membawa massa udara dingin,” ujar Seran.
Fenomena cuaca ini diperkirakan tidak akan berakhir dalam waktu dekat. BMKG memprakirakan suhu dingin akan bertahan hingga Agustus mendatang, atau selama angin timuran dari Australia masih aktif. Namun, suhu bisa sedikit menghangat jika terjadi peningkatan tutupan awan. “Awan berfungsi seperti selimut yang menahan panas di permukaan bumi,” tuturnya.
Menyikapi perubahan cuaca ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mengenakan pakaian hangat dan mengonsumsi cukup air putih. Selain itu, Maria mengingatkan adanya potensi risiko kebakaran akibat vegetasi yang mengering. “Kami menghimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas pembakaran lahan karena dapat meningkatkan risiko kebakaran yang lebih meluas,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Fons Abun
Sumber Berita: infolabuanbajo.id
Halaman : 1 2






