Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit

- Redaksi

Selasa, 21 April 2026 - 10:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit (Foto: Istimewa)

Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit (Foto: Istimewa)

INFOLABUANBAJO.ID – Seorang warga yang mengatasnamakan masyarakat pemerhati pendidikan, Cheluz Phun, melayangkan surat kepada Bupati Manggarai, Hery Nabit, terkait maraknya perilaku sebagian oknum guru yang dinilai tidak mencerminkan etika sebagai pendidik, khususnya dalam penggunaan media sosial.

Dalam surat tersebut, Cheluz menyampaikan keprihatinan mendalam atas fenomena guru yang diduga kerap menuliskan kata-kata tidak pantas, mencaci maki, hingga menunjukkan sikap yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan.

Menurutnya, sebagai tenaga pendidik, guru tidak hanya memiliki tanggung jawab di dalam ruang kelas, tetapi juga di ruang publik, termasuk di dunia digital. “Guru adalah representasi nilai, etika, dan keteladanan. Ketika media sosial justru diisi dengan ujaran kasar dari figur pendidik, maka terjadi ketidaksesuaian antara apa yang diajarkan dan yang dipraktikkan,” tulisnya.

Ia menilai, secara sosiologis, perilaku tersebut berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan. Orang tua, kata dia, mempercayakan anak-anak mereka kepada sekolah dengan harapan guru menjadi panutan. Namun, jika guru menunjukkan perilaku verbal yang negatif di ruang publik, maka legitimasi moral profesi itu dapat tergerus.

Baca Juga:  Membangun Generasi Kreatif di Labuan Bajo: Senator dr. Stevi Harman Gelar Workshop Fotografi & Videografi

Lebih lanjut, Cheluz juga menyoroti dampak era digital yang membuat jejak perilaku di media sosial mudah diakses, termasuk oleh peserta didik. Hal ini dinilai berisiko memicu peniruan perilaku negatif.

Dari sudut pandang etika profesi, ia menegaskan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip dasar keguruan yang menjunjung tinggi integritas, tanggung jawab, dan keteladanan. “Guru tidak hanya terikat kontrak kerja, tetapi juga kontrak moral dengan masyarakat,” ujarnya.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dugaan Penipuan Koperasi Obor Mas Labuan Bajo: Diimingi Kredit Besar, Calon Nasabah Stor Uang hingga Ada yang Rugi Puluhan Juta Rupiah
PT Sentral Legal Dokumen Hadir di Labuan Bajo, Fokus Dampingi Pengurusan Sertifikat Tanah dan Izin Usaha
Dua Polisi Terluka Saat Amankan Demo di Kantor Gubernur NTT, Massa Lempar Batu hingga Petugas Dilarikan ke Rumah Sakit
Ney Asmon Gantikan Ardi Ojo Jadi Kadis Kesehatan, Bagung Jadi Staf Ahli, Ojo Kini Pimpin Disperindag Manggarai Barat
Data Terbaru MBG Bali Nusra: 3,2 Juta Penerima, Puluhan Ribu Tenaga Kerja Terlibat
Hak Jawab Polda NTT atas Pemberitaan Dugaan Kekerasan Wartawan di NTT
Dari Room Karaoke ke Peti Mati: Kisah Tragis Dua LC Asal Jawa di Labuan Bajo
Tangis Warga Pecah di Rana Mese, Siswa SD Tenggelam Belum Ditemukan

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:16 WITA

Dugaan Penipuan Koperasi Obor Mas Labuan Bajo: Diimingi Kredit Besar, Calon Nasabah Stor Uang hingga Ada yang Rugi Puluhan Juta Rupiah

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:54 WITA

PT Sentral Legal Dokumen Hadir di Labuan Bajo, Fokus Dampingi Pengurusan Sertifikat Tanah dan Izin Usaha

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:30 WITA

Ney Asmon Gantikan Ardi Ojo Jadi Kadis Kesehatan, Bagung Jadi Staf Ahli, Ojo Kini Pimpin Disperindag Manggarai Barat

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:34 WITA

Data Terbaru MBG Bali Nusra: 3,2 Juta Penerima, Puluhan Ribu Tenaga Kerja Terlibat

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:38 WITA

Hak Jawab Polda NTT atas Pemberitaan Dugaan Kekerasan Wartawan di NTT

Berita Terbaru