Menanggapi hal tersebut, Widiyanti membantah keras rumor itu. Ia menilai kabar tersebut sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin menggoyang posisinya sebagai menteri.
“Saya sudah klarifikasi bersama Bang Helmy (Yahya). Saat kunjungan, saya selalu menginap di hotel atau homestay untuk mengecek kondisi akomodasi wisata. Semua hotel punya air bersih. Saya tidak pernah mandi menggunakan air galon,” tegas Widiyanti di Gedung DPR, Senin (29/9).
Istri dari pengusaha ternama Wishnu Wardhana itu menambahkan, bahkan di desa wisata pun saat ia menginap, fasilitas air bersih dan air panas tersedia dengan baik, sehingga tidak ada alasan untuk meminta air galon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Rumor itu jelas tidak masuk akal. Ada pihak yang ingin menjatuhkan saya. Saya menduga, ada yang mengincar posisi saya,” ucapnya.
Isu ini bahkan sempat mencuat dalam rapat DPR setelah Ketua Komisi VII Saleh Partaonan Daulay menyinggungnya. Namun, Widiyanti menegaskan, kunjungan kerja yang ia lakukan justru bertujuan memastikan kesiapan fasilitas wisata, termasuk air bersih, bagi para turis.
Sorotan Publik Bukan yang Pertama
Nama Widiyanti, yang dikenal sebagai menteri terkaya di kabinet Presiden Prabowo dengan kekayaan mencapai Rp5,4 triliun (berdasarkan LHKPN KPK), bukan pertama kalinya menjadi bahan pembicaraan publik.
Sebelumnya, ia juga sempat dikritik karena kemampuan berbahasa Inggrisnya yang dinilai kurang fasih setelah sebuah video pidatonya viral. Namun, Widiyanti menanggapinya dengan santai.
“Belajar berbicara itu proses yang harus dijalani terus-menerus. Saya tidak masalah dengan kemampuan bahasa Inggris saya,” ujarnya.
Selain itu, ia juga beberapa kali mendapat kritik karena membatalkan agenda kunjungan ke daerah. Ia menjelaskan pembatalan dilakukan karena adanya panggilan mendadak dari Presiden atau rapat penting di DPR.
“Saya tidak pernah membatalkan acara kecuali jika ada panggilan dari Presiden atau DPR. Biasanya rapat itu sifatnya mendadak,” jelasnya.
Fokus pada Fasilitas Wisata
Widiyanti menegaskan bahwa sebagai Menpar, prioritas utamanya adalah memastikan seluruh fasilitas pariwisata — mulai dari akomodasi, air bersih, hingga pelayanan — siap dan layak untuk wisatawan. Ia berharap isu “mandi air galon” tidak lagi dijadikan alat politik untuk menyerang dirinya.
“Saya akan tetap bekerja untuk kemajuan pariwisata Indonesia. Fitnah seperti ini tidak akan menghentikan langkah saya,” pungkasnya.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2






