INFOLABUANBAJO.ID — Masyarakat di wilayah Manggarai Raya dalam beberapa hari terakhir dibuat resah oleh beredarnya sejumlah posting-an di Facebook yang menyebarkan informasi palsu (hoaks) tentang adanya kasus penculikan anak.
Postingan-postingan tersebut dengan cepat menyebar di berbagai grup media sosial, menimbulkan ketakutan dan kepanikan, terutama di kalangan orang tua yang khawatir terhadap keselamatan anak-anak mereka.
Akibatnya, masyarakat—terutama para orang tua—mulai merasa resah dan takut melepas anak-anak mereka beraktivitas di luar rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Postingan Hoaks Beredar di Grup Facebook
Sejumlah unggahan pengguna Facebook kini bertebaran di beranda media sosial dengan menampilkan narasi dan foto yang seolah menggambarkan aksi penculikan anak dan penangkapan pelaku. Padahal, belum ada pernyataan resmi dari aparat keamanan terkait hal itu.
Akun Jhon Youngest menulis,
“Bantu dilacak pak akun-akun yang menyebarkan berita hoaks tentang penculikan anak di wilayah Manggarai. Karena sangat meresahkan masyarakat umum. Tolong ditindak tegas pemilik akun.”
Warganet lain, Moom Bjclav, menilai banyak orang yang memanfaatkan isu ini demi kepentingan pribadi.
“Sekarang banyak yang manfaatkan berita yang tidak jelas demi menaikkan konten mereka. Mereka menyebar berita yang menakutkan masyarakat, terutama orang tua yang anaknya masih sekolah,” tulisnya.
Orang Tua Takut Anak Pergi Sekolah
Isu hoaks tersebut berdampak langsung pada aktivitas anak-anak di beberapa wilayah di Manggarai Raya
Banyak orang tua mengaku mulai membatasi anak mereka ke sekolah atau mengikuti kegiatan belajar tambahan karena takut terjadi penculikan.
Akun Avyii Dahlyya menulis,
“Jadi takut juga. Nanti anak-anak sekolah tidak mau lagi pergi dengan alasan takut ketemu penculik.”
Hal serupa diungkapkan Adrian Juru, yang berharap kepolisian segera memberi penjelasan resmi agar keresahan warga tidak makin meluas.
“Banyak informasi tentang penculikan anak membuat para orang tua semakin khawatir. Polisi seharusnya menelusuri kebenaran informasi itu dan menyampaikan ke masyarakat apakah benar atau hoaks,” ujarnya.
Desakan Warga: Tindak Tegas Penyebar Hoaks
Beberapa warganet juga mendesak aparat keamanan untuk segera bertindak.
Siprianus Pance menyoroti minimnya informasi resmi dari pihak berwenang di tengah maraknya kabar di media sosial.
“Pihak keamanan belum ada yang menyampaikan kebenaran soal kasus penculikan ini. Tapi di medsos masyarakat sudah ramai posting gambar dan cerita yang menakutkan,” ujarnya.
Ia berharap penyebar hoaks segera ditindak agar isu tidak berkembang liar.
“Semoga akun-akun yang memposting berita aneh tentang penculikan anak segera ditangani pihak keamanan,” tambahnya.
Tidak Ada Kasus Penculikan Anak di Manggarai Timur
Menanggapi keresahan publik tersebut, Kepolisian Resor Manggarai Timur menegaskan bahwa tidak ada laporan maupun temuan kasus penculikan anak di wilayah mereka.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky, saat dikonfirmasi Jumat pagi (10/10), menegaskan bahwa video tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan wilayah Manggarai Timur.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







