Drama Musikal Gagal Pentas: Meruorah Hotel Dinilai Arogan Hadapi Komunitas Seni di Labuan Bajo

- Redaksi

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Drama Musikal Gagal Pentas: Meruorah Hotel Dinilai Arogan Hadapi Komunitas Seni di Labuan Bajo

Drama Musikal Gagal Pentas: Meruorah Hotel Dinilai Arogan Hadapi Komunitas Seni di Labuan Bajo

INFOLABUANBAJO.ID — Pembatalan sepihak pertunjukan drama musikal Legenda Putri Naga Komodo oleh manajemen Hotel Meruorah berbuntut panjang. Sanggar Tate Kind Art resmi mengajukan permohonan mediasi ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Manggarai Barat pada akhir November 2025. Permohonan itu ditempuh setelah upaya komunikasi terkait pembayaran uang muka dan kompensasi tak kunjung menemui titik temu.

Pertunjukan tersebut awalnya dijadwalkan menjadi bagian puncak Komodo Waterfront Festival 2025 pada Sabtu, 22 November 2025 di area Hotel Meruorah. Kerja sama telah berjalan sejak Agustus lalu dengan nilai anggaran mencapai Rp 79.150.000.

Namun pada 1 November 2025, pihak hotel mendadak menyatakan pembatalan dengan alasan force majeure atau keadaan memaksa. Meruorah hanya menawarkan uang tunai Rp 2 juta sebagai permintaan maaf. Jumlah itu jauh lebih kecil dibandingkan uang muka 20 persen atau Rp 15.830.000 yang tercantum dalam draf nota kesepahaman (MoU).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Sanggar Tate Kind Art, Ayuni Praise, mengatakan pembatalan itu bukan sekadar pemutusan kontrak, tapi juga mengakibatkan kerugian finansial karena sanggar sudah mengeluarkan biaya produksi dan latihan intensif selama hampir dua bulan.

“20 persen itu hanya 15 juta. Kami mau bayar jasa komposer yang sudah terlibat, biar sedikit. Pokoknya sudah keluar banyak kami di sanggar, baru ini event batal karena Meruorah,” kata Ayuni, Minggu, 30 November 2025.

Baca Juga:  Danau Rana Tonjong: Permata Tersembunyi di Manggarai Timur, Flores

Menurut Ayuni, pihak hotel telah menyetujui rencana produksi sejak 2 September 2025 setelah menerima proposal sanggar. MoU terakhir dikirim 17 Oktober 2025 namun penandatanganan tertunda karena kondisi kesehatan Ayuni. Dokumen lengkap baru diserahkan kembali per 23 Oktober 2025, selagi persiapan produksi terus berjalan. Sedikitnya 37 orang terlibat dalam kegiatan itu, mulai dari pemain teater, koreografer, penari tradisional, pemusik, hingga tim dokumentasi.

Ketegangan mulai terasa saat pihak Meruorah mempertanyakan perizinan terhadap warga Pulau Komodo pada 26 Oktober 2025. Menurut Ayuni, pertanyaan itu ganjil karena materi pertunjukan tidak menyangkut ritual adat yang memerlukan izin khusus.

Pada 28 Oktober 2025, Meruorah mengusulkan revisi MoU, terutama terkait klausul kompensasi pembatalan acara. Tiga hari kemudian, pada 1 November 2025, perwakilan hotel, Sankar Adityas, menyampaikan pembatalan penuh dan menyerahkan uang tunai Rp 2 juta untuk “permohonan maaf.” Tawaran itu langsung ditolak oleh pihak sanggar.

Meruorah baru mengirim penjelasan resmi pada 6 November 2025 dengan merujuk Pasal 8 dalam MoU terkait kondisi force majeure. Sanggar menilai alasan itu tidak berdasar dan justru mencurigai pembatalan dilakukan karena hotel enggan membayar tahap awal kontrak setelah menerima dokumen final.

Upaya mediasi berhenti di Dinas Tenaga Kerja karena masalah ini tidak termasuk kategori hubungan industrial. “Ini kerja sama antar-bisnis atau usaha. Tidak bisa dimediasi karena tidak masuk ranah hubungan industrial,” kata Kepala Dinas, Theresia Asmon.

Baca Juga:  Manta Point Labuan Bajo: Destinasi Snorkeling & Diving Terbaik untuk Melihat Pari Manta Raksasa

Hingga berita ini diturunkan, manajemen Hotel Meruorah belum merespons permintaan konfirmasi yang disampaikan redaksi Info Labuan Bajo.

Pegiat Seni Kritik Langkah Meruorah

Polemik ini memicu kritik dari sejumlah pegiat seni di Labuan Bajo. Salah satu pegiat seni yang meminta namanya tak ditulis menilai sikap Meruorah mencerminkan arogansi pelaku usaha besar terhadap komunitas kreatif daerah.

“Hotel berbintang di destinasi premium mestinya jadi patron seni, bukan malah memperlakukan seniman seperti vendor merchandise murah. Dua juta itu bukan kompensasi—itu penghinaan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa citra pariwisata premium Labuan Bajo dibangun bukan hanya dari infrastruktur mewah, tetapi juga dari karya kebudayaan yang hidup.

“Tanpa seni, budaya, dan cerita rakyat yang diwariskan, Labuan Bajo cuma deretan bangunan dan tarif hotel mahal. Kalau institusi besar mempermainkan ruang hidup seniman lokal, maka narasi pariwisata berkelanjutan hanya slogan.”

Ia berharap kasus ini menjadi preseden agar komunitas seni memiliki perlindungan hukum yang lebih kuat, terutama dalam kerja sama dengan sektor industri pariwisata.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

DPRD Manggarai Barat Kritik KSOP Labuan Bajo: Penutupan Akses Wisata Bikin Tamu Tersesat
Pemenang Putra Putri Budaya NTT 2025 Ajak Generasi Muda Daftar Ajang 2026
Meruorah Komodo Perkenalkan Paket Wisata Darat Untuk Melengkapi Cakrawala Labuan Bajo Bertajuk An Elevated Landtrip Experience
Diserbu Wisatawan Lokal! Pantai Watu Weri Jadi Primadona Liburan Tahun Baru di Manggarai Barat
Meruorah Komodo Labuan Bajo Gelar Perayaan Tahun Baru dengan Acara Spektakuler
Healing Paripurna di Labuan Bajo, Padukan Staycation Mewah dan Petualangan Eksotis ala Meruorah
Rudy Rudolf Butar Butar dan Transformasi Layanan Meruorah Komodo Labuan Bajo
Ciri-ciri Agen Travel Ilegal di Labuan Bajo, Waspadai Sebelum Terlanjur Dirugikan

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:39 WITA

Pemenang Putra Putri Budaya NTT 2025 Ajak Generasi Muda Daftar Ajang 2026

Senin, 19 Januari 2026 - 11:33 WITA

Meruorah Komodo Perkenalkan Paket Wisata Darat Untuk Melengkapi Cakrawala Labuan Bajo Bertajuk An Elevated Landtrip Experience

Kamis, 1 Januari 2026 - 20:51 WITA

Diserbu Wisatawan Lokal! Pantai Watu Weri Jadi Primadona Liburan Tahun Baru di Manggarai Barat

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:37 WITA

Meruorah Komodo Labuan Bajo Gelar Perayaan Tahun Baru dengan Acara Spektakuler

Jumat, 19 Desember 2025 - 11:45 WITA

Healing Paripurna di Labuan Bajo, Padukan Staycation Mewah dan Petualangan Eksotis ala Meruorah

Berita Terbaru

Mobil Tabrak Truk Sampah di Jalan Soekarno-Hatta Labuan Bajo

Breaking News

Mobil Tabrak Truk Sampah di Jalan Soekarno-Hatta Labuan Bajo

Minggu, 1 Feb 2026 - 09:14 WITA

Berobat ingin Punya Anak, seorang Dukun Justru hamili Pasiennya sendiri  (Gambar Ilustrasi)

Hukum & Kriminal

Berobat Ingin Punya Anak, Seorang Dukun Justru Hamili Pasiennya Sendiri

Sabtu, 31 Jan 2026 - 10:09 WITA