Dedi Mulyadi Terbang ke Maumere, 12 Perempuan Korban TPPO Dipulangkan ke Jabar

- Redaksi

Senin, 23 Februari 2026 - 11:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dedi Mulyadi Terbang ke Maumere, 12 Perempuan Korban TPPO Dipulangkan ke Jabar!

Dedi Mulyadi Terbang ke Maumere, 12 Perempuan Korban TPPO Dipulangkan ke Jabar!

INFOLABUANBAJO.ID — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin pagi, 23 Februari 2026. Ia tidak datang untuk agenda seremonial. Kedatangannya spesifik: memulangkan 12 perempuan asal Jawa Barat yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Rombongan tiba di Maumere dan langsung berkoordinasi dengan Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK F), lembaga yang selama ini menampung para korban. Sebelumnya, terdapat 13 perempuan yang dilaporkan menjadi korban. Namun satu orang telah lebih dahulu kembali, sehingga tersisa 12 yang diberangkatkan bersama rombongan pemerintah provinsi.

Baca Juga:  Pater Marsel Agot Diduga Pimpin Massa Bawa Parang Masuki Lahan Sengketa di Labuan Bajo: Bilang Biar Kita Mati Disini

“Kami memastikan 12 korban ini dalam keadaan sehat, selamat, dan baik sehingga mereka bisa kembali ke Jawa Barat,” kata Dedi kepada wartawan di Maumere.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini mencuat setelah belasan pekerja asal Jawa Barat diduga direkrut dan dipekerjakan di salah satu tempat hiburan malam di Kota Maumere. Dalam prosesnya, mereka disebut menerima upah rendah dan mengalami perlakuan tidak semestinya. Salah seorang korban kemudian melapor ke TRUK F dan meminta perlindungan. Lembaga itu menjemput dan menampung para perempuan tersebut sebelum kasusnya bergulir ke kepolisian.

Baca Juga:  Buronan Kasus Tanah di Labuan Bajo Ditangkap Kejari Mabar di Bandara Komodo

Dedi menyatakan, pemulangan bukan berarti proses hukum berhenti. Menurut dia, penyidikan oleh kepolisian tetap berjalan. “Proses hukumnya tetap berlanjut. Mereka siap mengikuti penanganan perkara ini,” ujarnya. Ia menambahkan, para korban akan mendapatkan pendampingan hukum dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga berkas perkara dinyatakan lengkap dan, jika diperlukan, mereka hadir sebagai saksi di pengadilan.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Diperiksa 8 Jam, Anggota DPRD Mabar H Disebut Hanya Klarifikasi Surat, Bukan Kasus Pemerasan
PLN Sebut Akan Survei Maret–April Terkait Ratusan Rumah di Macang Pacar yang Belum Dialiri Listrik
Ironi HUT Manggarai Barat ke 23, Ratusan Rumah di Macang Pacar Belum Tersentuh Listrik PLN
Polemik Tak Usai: Bisnis, Tanah, dan Jerat Hukum yang Membelit Nama Pater Marsel Agot di Labuan Bajo
Anak Sekolah Seberangi Jembatan Darurat, Warganet Soroti Ketimpangan Infrastruktur Manggarai Barat
Kasus Tanah di Golo Mori, Advokat Aldri Dalton Ndolu: Klien Saya Nama Hasan, Bukan Anggota DPRD Manggarai Barat
Diduga Tertekan Tagihan Koperasi Harian, Petani di Manggarai Ditemukan Tewas Gant*ng Diri
Piche Kota Terancam 15 Tahun Penjara! Kasus Dugaan Pemerkosaan Siswi SMA di Hotel

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 01:02 WITA

Diperiksa 8 Jam, Anggota DPRD Mabar H Disebut Hanya Klarifikasi Surat, Bukan Kasus Pemerasan

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:14 WITA

PLN Sebut Akan Survei Maret–April Terkait Ratusan Rumah di Macang Pacar yang Belum Dialiri Listrik

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:41 WITA

Ironi HUT Manggarai Barat ke 23, Ratusan Rumah di Macang Pacar Belum Tersentuh Listrik PLN

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:11 WITA

Polemik Tak Usai: Bisnis, Tanah, dan Jerat Hukum yang Membelit Nama Pater Marsel Agot di Labuan Bajo

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:27 WITA

Anak Sekolah Seberangi Jembatan Darurat, Warganet Soroti Ketimpangan Infrastruktur Manggarai Barat

Berita Terbaru