Anak Sekolah Seberangi Jembatan Darurat, Warganet Soroti Ketimpangan Infrastruktur Manggarai Barat

- Redaksi

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak Sekolah Seberangi Jembatan Darurat, Warganet Soroti Ketimpangan Infrastruktur Manggarai Barat

Anak Sekolah Seberangi Jembatan Darurat, Warganet Soroti Ketimpangan Infrastruktur Manggarai Barat

Kolom komentar di grup itu pun ramai. Akun Momi Mo membandingkan respons kepala daerah di provinsi lain. “Kalau di Jabar lihat postingan seperti ini pasti gubernur turun langsung tidak pakai lama,” tulisnya, merujuk pada gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Barat. Ia menyindir lambannya respons di daerah sendiri.

Komentar lain datang dari akun Kornelis Ka u yang menyinggung kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan daerah. Ia menyebut wisatawan yang masuk ke Taman Nasional Komodo dikenakan tiket masuk hingga ratusan ribu rupiah. Menurut dia, sebagian pendapatan tersebut semestinya dapat dialokasikan lebih besar untuk kesejahteraan warga lokal, termasuk pembangunan infrastruktur desa.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Tegaskan Narkoba Ancaman Serius, Perintahkan Pemberantasan Menyeluruh dan Berkelanjutan

Sementara itu, akun lain mempertanyakan komitmen pemerintah daerah terhadap wilayah yang masih tertinggal. “Padahal daerah premium itu kan,” tulis seorang warganet.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terkait kondisi jembatan di Desa Romang maupun rencana penanganannya. Foto yang beredar belum terverifikasi waktu dan detail lokasi persisnya, meski pada bagian gambar tercantum penanda waktu 23 Februari 2026.

Baca Juga:  Ribuan Umat Padati Gereja St. Yosef Pekerja Lengkong Cepang, Lembor Selatan dalam Perayaan Jumat Agung

Peristiwa ini kembali mengangkat persoalan klasik pembangunan di daerah kepulauan dan pedalaman Nusa Tenggara Timur: akses pendidikan yang aman dan layak. Bagi anak-anak di Desa Romang, perjalanan menuju sekolah bukan sekadar rutinitas harian, melainkan juga soal keberanian meniti risiko. Di tengah narasi besar pariwisata premium, jembatan kayu itu menjadi simbol jarak antara janji pembangunan dan realitas di lapangan.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

PLN Sebut Akan Survei Maret–April Terkait Ratusan Rumah di Macang Pacar yang Belum Dialiri Listrik
Ironi HUT Manggarai Barat ke 23, Ratusan Rumah di Macang Pacar Belum Tersentuh Listrik PLN
Polemik Tak Usai: Bisnis, Tanah, dan Jerat Hukum yang Membelit Nama Pater Marsel Agot di Labuan Bajo
Dedi Mulyadi Terbang ke Maumere, 12 Perempuan Korban TPPO Dipulangkan ke Jabar
Diduga Tertekan Tagihan Koperasi Harian, Petani di Manggarai Ditemukan Tewas Gant*ng Diri
Mini Bus Jurusan Werang-Labuan Bajo Terjun ke Jurang 13 Meter, Begini Penjelasan Polisi
Sikap Tertutup Provinsial SVD Ruteng Picu Spekulasi Publik soal Sengketa Tanah Imam di Labuan Bajo
Pondok Terbakar Saat Tidur Siang, Lansia di Manggarai Barat Alami Luka Bakar Serius

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:14 WITA

PLN Sebut Akan Survei Maret–April Terkait Ratusan Rumah di Macang Pacar yang Belum Dialiri Listrik

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:11 WITA

Polemik Tak Usai: Bisnis, Tanah, dan Jerat Hukum yang Membelit Nama Pater Marsel Agot di Labuan Bajo

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:27 WITA

Anak Sekolah Seberangi Jembatan Darurat, Warganet Soroti Ketimpangan Infrastruktur Manggarai Barat

Senin, 23 Februari 2026 - 11:42 WITA

Dedi Mulyadi Terbang ke Maumere, 12 Perempuan Korban TPPO Dipulangkan ke Jabar

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:03 WITA

Diduga Tertekan Tagihan Koperasi Harian, Petani di Manggarai Ditemukan Tewas Gant*ng Diri

Berita Terbaru