Polres Manggarai Barat Jadi Sorotan, Anggota Polisi Aktif Diduga Jadi Aktor Kunci Mafia Tanah di Kawasan Golo Mori

- Redaksi

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFOLABUANBAJO.ID — Sengketa tanah warisan di Kampung Nggoer, Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, kembali memanas. Kali ini, polemik tak hanya menyangkut perbedaan luas lahan antara klaim ahli waris dan sertifikat yang terbit, tetapi juga menyeret nama seorang anggota aktif Polres Manggarai Barat yang diduga ikut mengantar dokumen kontroversial.

Tim kuasa hukum 18 warga Nggoer, yang dipimpin Aldri Dalton Ndolu, menyebut adanya kejanggalan dalam dokumen bertanggal 18 Januari 2026 berjudul “Surat Pernyataan Penegasan Kembali”. Dokumen itu, kata Dalton, diantar oleh seorang warga Kampung Lo’ok berinisial H kepada seorang fungsionaris adat Desa Golo Mori bernama Sawa.

Menurut Dalton, surat tersebut diketik rapi dengan bahasa formal dan terminologi hukum yang tidak lazim digunakan dalam komunikasi adat setempat. Persoalannya, Sawa disebut tidak bisa membaca maupun menulis. “Ini menimbulkan dugaan kuat ada pihak lain yang mengarsitek dan mengarahkan isi surat,” ujar Dalton dalam konferensi pers di Labuan Bajo, Senin, 23 Februari 2026.

Kecurigaan bertambah ketika Sawa, seusai membubuhkan tanda tangan, meminta agar isi surat dibacakan ulang di hadapan keluarganya karena tidak memahami substansinya. Permintaan itu, menurut kuasa hukum, tidak direspons.

Substansi surat itulah yang kini menjadi pangkal sengketa. Dalam dokumen tersebut tercantum luas tanah mencapai 6,2 hektare. Padahal, menurut 18 ahli waris, tanah warisan di Pantai Nggoer hanya seluas 4,2 hektare. Selisih dua hektare itu dinilai signifikan.

“Angka 6,2 hektare jelas berbeda jauh dengan riwayat penguasaan tanah yang diketahui warga Nggoer. Ini inti keberatan klien kami,” kata Dalton.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi Proyek Irigasi Wae Kaca I Lembor Selatan: Kejaksaan Tahan Dua Tersangka

Yang membuat perkara semakin kompleks, dua Sertifikat Hak Milik (SHM) atas lahan sengketa dengan total luas 6,2 hektare telah terbit lebih dahulu. Kuasa hukum mempertanyakan urgensi pembuatan “Surat Pernyataan Penegasan Kembali” tersebut. “Untuk apa surat dibuat ketika sertifikat sudah terbit? Ini menimbulkan kesan ada kepanikan atau upaya pembenaran administratif,” ujarnya.

Sawa menyebut tiga orang hadir saat pengantaran dokumen: H, warga Lo’ok; F, anggota polisi aktif di Polres Manggarai Barat; dan S, warga Compang Ra’ong. Nama F inilah yang kini menjadi sorotan.

Dalton menyatakan pihaknya akan melaporkan dugaan keterlibatan oknum tersebut ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Nusa Tenggara Timur. “Dalam waktu dekat kami ajukan pengaduan resmi ke Propam Polda NTT,” katanya.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Ini Isi Chat WhatsApp Diduga Hina Wartawan yang Berujung Ibu Guru SD di Ruteng Resmi Dilaporkan ke Polisi
Ibu Guru SD di Ruteng Resmi Dilaporkan ke Polres Manggarai Barat, Diduga Hina Wartawan Lewat WhatsApp
Ibu Guru SD di Ruteng Diduga Hina Wartawan Saat Konfirmasi, Berujung Akan Dilaporkan ke Polisi
Tragis! Driver Grab di Labuan Bajo Diserang OTK saat Jemput Penumpang, Ini Kronologi Lengkapnya
Sopir Pariwisata vs Driver Grab di Labuan Bajo Ricuh di Jalan, Diduga Rebutan Penumpang hingga Berujung Kekerasan
Fakta Baru Kasus Penjualan Komodo: Dibeli Rp5 Juta, Rencana Diselundupkan ke Thailand, 2 Orang Ditangkap
Video Mesum 3 Menit Viral, Diduga Libatkan Oknum TNI dan Mahasiswi di Ruteng
Viral di NTT: Suami Sakit Stroke, Ibu Lurah Diduga Selingkuh dengan Lurah Lain, Digerebek Keluarga hingga Babak Belur

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:34 WITA

Ini Isi Chat WhatsApp Diduga Hina Wartawan yang Berujung Ibu Guru SD di Ruteng Resmi Dilaporkan ke Polisi

Sabtu, 18 April 2026 - 16:31 WITA

Ibu Guru SD di Ruteng Resmi Dilaporkan ke Polres Manggarai Barat, Diduga Hina Wartawan Lewat WhatsApp

Sabtu, 18 April 2026 - 10:22 WITA

Ibu Guru SD di Ruteng Diduga Hina Wartawan Saat Konfirmasi, Berujung Akan Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 14 April 2026 - 20:50 WITA

Tragis! Driver Grab di Labuan Bajo Diserang OTK saat Jemput Penumpang, Ini Kronologi Lengkapnya

Senin, 13 April 2026 - 19:12 WITA

Sopir Pariwisata vs Driver Grab di Labuan Bajo Ricuh di Jalan, Diduga Rebutan Penumpang hingga Berujung Kekerasan

Berita Terbaru