Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Iran Masuk Fase Paling Berbahaya dalam Sejarah Modern

- Redaksi

Minggu, 1 Maret 2026 - 10:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Iran Masuk Fase Paling Berbahaya dalam Sejarah Modern

Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Iran Masuk Fase Paling Berbahaya dalam Sejarah Modern

Kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA) sempat membuka harapan ekonomi Iran, namun runtuh setelah Trump menarik AS keluar dari perjanjian pada 2018. Iran kemudian mempercepat pengayaan uranium dan mengadopsi strategi “ekonomi perlawanan”.

Sanksi ekonomi AS melumpuhkan sistem keuangan Iran, menyebabkan krisis sosial dan ekonomi berkepanjangan.

Pemerintahan Otoriter dan Penindasan Reformasi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sepanjang kekuasaannya, Khamenei berulang kali menekan gerakan reformasi, termasuk:

Penindasan gerakan reformis era Presiden Mohammad Khatami

Baca Juga:  Mini Bus Jurusan Werang-Labuan Bajo Terjun ke Jurang 13 Meter, Begini Penjelasan Polisi

Penumpasan demonstrasi 2009

Represi brutal terhadap protes kematian Mahsa Amini

Dukungan terhadap kepemimpinan konservatif seperti Ebrahim Raisi

Meskipun Presiden reformis Masoud Pezeshkian terpilih, upaya reformasi dan normalisasi hubungan Barat kembali hancur akibat perang dan serangan Israel ke Iran.

Akhir Sebuah Era

Bagi pendukungnya, Khamenei adalah simbol perlawanan terhadap Barat dan Israel.

Bagi pengkritiknya, ia adalah tiran yang menghancurkan kebebasan, menutup reformasi, dan mengorbankan masa depan rakyat Iran demi ideologi.

Baca Juga:  Digempur AS–Israel, Terungkap Alasan Rusia dan China Tak Turun Membantu Iran

Sebagai pemimpin terlama Republik Islam Iran, warisannya membentuk psikologi politik negara tersebut selama puluhan tahun. Kematiannya tidak hanya mengakhiri satu rezim, tetapi membuka babak baru yang penuh ketidakpastian bagi Iran dan Timur Tengah.

Iran kini berada di titik paling rapuh dalam sejarah modernnya — kehilangan pemimpin tertinggi, kekuatan militer, pengaruh regional, stabilitas ekonomi, dan legitimasi politik.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

VIRAL! Diduga Guru PNS di Ruteng Tulis Komentar Pedas Saat Keluarga Berduka, Netizen: Tak Punya Empati!
Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo
Kronologi Kematian Anggota Polisi di Manggarai Timur, Diduga Akhiri H!dup karena Ini
Soal Pengusaha Penggilingan Padi di Lembor Ditemukan Tewas, Begini Penjelasan Warga
Warga Lembor Ditemukan Meninggal di Persawahan Wae Bangka, Polisi Masih Olah TKP
Seorang Anggota Polisi Ditemukan Meninggal di Manggarai Timur, Begini Penjelasan Singkat Kapolres
Info Labuan Bajo Dapat Kesempatan Hak Jawab, Dewan Pers Tegaskan Ini Bukan Kasus Hukum
Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Polisi di Labuan Bajo Ikut Bangun Mushola Warga

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 22:15 WITA

VIRAL! Diduga Guru PNS di Ruteng Tulis Komentar Pedas Saat Keluarga Berduka, Netizen: Tak Punya Empati!

Kamis, 16 April 2026 - 23:16 WITA

Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo

Rabu, 15 April 2026 - 13:52 WITA

Soal Pengusaha Penggilingan Padi di Lembor Ditemukan Tewas, Begini Penjelasan Warga

Rabu, 15 April 2026 - 11:43 WITA

Warga Lembor Ditemukan Meninggal di Persawahan Wae Bangka, Polisi Masih Olah TKP

Selasa, 14 April 2026 - 22:54 WITA

Seorang Anggota Polisi Ditemukan Meninggal di Manggarai Timur, Begini Penjelasan Singkat Kapolres

Berita Terbaru