Kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA) sempat membuka harapan ekonomi Iran, namun runtuh setelah Trump menarik AS keluar dari perjanjian pada 2018. Iran kemudian mempercepat pengayaan uranium dan mengadopsi strategi “ekonomi perlawanan”.
Sanksi ekonomi AS melumpuhkan sistem keuangan Iran, menyebabkan krisis sosial dan ekonomi berkepanjangan.
Pemerintahan Otoriter dan Penindasan Reformasi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sepanjang kekuasaannya, Khamenei berulang kali menekan gerakan reformasi, termasuk:
Penindasan gerakan reformis era Presiden Mohammad Khatami
Penumpasan demonstrasi 2009
Represi brutal terhadap protes kematian Mahsa Amini
Dukungan terhadap kepemimpinan konservatif seperti Ebrahim Raisi
Meskipun Presiden reformis Masoud Pezeshkian terpilih, upaya reformasi dan normalisasi hubungan Barat kembali hancur akibat perang dan serangan Israel ke Iran.
Akhir Sebuah Era
Bagi pendukungnya, Khamenei adalah simbol perlawanan terhadap Barat dan Israel.
Bagi pengkritiknya, ia adalah tiran yang menghancurkan kebebasan, menutup reformasi, dan mengorbankan masa depan rakyat Iran demi ideologi.
Sebagai pemimpin terlama Republik Islam Iran, warisannya membentuk psikologi politik negara tersebut selama puluhan tahun. Kematiannya tidak hanya mengakhiri satu rezim, tetapi membuka babak baru yang penuh ketidakpastian bagi Iran dan Timur Tengah.
Iran kini berada di titik paling rapuh dalam sejarah modernnya — kehilangan pemimpin tertinggi, kekuatan militer, pengaruh regional, stabilitas ekonomi, dan legitimasi politik.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







