Ini bagian paling memilukan sekaligus mengungkap betapa liciknya otak pelaku. Usai menyalurkan nafsu bejatnya, NB akhirnya memberikan dua bungkus mie instan kepada M. Ya, hanya dua bungkus mie murahan yang harganya tak sampai belasan ribu, tapi dipakai untuk mengganti trauma seumur hidup anak itu.
Barulah kejadian ini terungkap pada Kamis (23/4/2026), ketika korban menceritakan semuanya kepada temannya yang lain, V (10). Cerita V sampai ke ayahnya, lalu bergulir ke telinga kakek korban. Malam itu juga, ibu korban melapor ke Polsek Lembor.
Polisi pun bergerak cepat. Kapolsek menyebut laporan polisi nomor LP/B/22/7/2026/SPKT Polsek Lembor terbit pada pukul 22.05 Wita. Tak butuh waktu lama, NB langsung diamankan dan ditahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sisa 23 Bungkus Mie Disita Jadi Barang Bukti
Yang bikin geleng-geleng kepala, selain pakaian korban dan pelaku, polisi turut mengamankan 23 bungkus mie instan sisa dari rumah pelaku. Mie-mie inilah yang diduga menjadi ‘senjata’ manis pelaku untuk memburu korbannya.
Polisi yang tak main-main sudah memeriksa delapan orang saksi, seorang ahli, hingga melakukan visum pada korban. Atas perbuatan biadabnya, NB dijerat Pasal 415 huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ia terancam hukuman penjara hingga sembilan tahun.
Sejak Kamis (30/4/2026) pukul 12.30 Wita, NB resmi menghuni sel tahanan Rutan Polres Manggarai Barat untuk 20 hari ke depan.
“Fokus kami saat ini adalah melengkapi berkas perkara untuk segera dilimpahkan ke JPU agar korban segera mendapatkan keadilan,” tegas Kapolsek Vinsen.
Redaksi Tribun menilai, kasus ini jadi alarm keras bagi orang tua di Manggarai Barat dan sekitarnya. Siapa sangka sosok yang dikenal sebagai honorer di lingkungan sekitar bisa berubah jadi ancaman serius. Dan lagi-lagi, makanan ringan sepele seperti mie instan, bisa jadi ‘ranjau’ bagi anak-anak kita. Harus ada pengawasan ekstra dan edukasi pada anak untuk tak mudah percaya dengan bujukan siapa pun—bahkan tetangga atau orang yang dikenal sekalipun.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







