Ritual Adat Ka Sa’o di Wa’e Ia, Ngada: Warisan Budaya yang Digelar Setiap 30 Tahun Sekali

- Redaksi

Selasa, 1 Juli 2025 - 12:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Acara yang berlangsung meriah dan penuh khidmat ini turut dihadiri Bupati Ngada, Raymundus Bena, S.S., M.Hum., dan Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu, S.P., didampingi oleh Camat Golewa, Moses Janga, serta Kepala Desa Wa’e Ia, Sebastianus Fongo.

Acara yang berlangsung meriah dan penuh khidmat ini turut dihadiri Bupati Ngada, Raymundus Bena, S.S., M.Hum., dan Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu, S.P., didampingi oleh Camat Golewa, Moses Janga, serta Kepala Desa Wa’e Ia, Sebastianus Fongo.

INFOLABUANBAJO.ID – Tradisi budaya kembali menggema di Kabupaten Ngada dengan digelarnya Ritual Adat Ka Sa’o di Desa Wa’e Ia, Kecamatan Golewa. Ritual sakral ini merupakan warisan leluhur yang hanya dilaksanakan setiap 30 hingga 40 tahun sekali, menjadikannya salah satu acara adat paling langka dan bermakna di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Acara yang berlangsung meriah dan penuh khidmat ini turut dihadiri Bupati Ngada, Raymundus Bena, S.S., M.Hum., dan Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu, S.P., didampingi oleh Camat Golewa, Moses Janga, serta Kepala Desa Wa’e Ia, Sebastianus Fongo. Kehadiran mereka mendapat sambutan hangat dari para tetua adat, pemilik Sa’o (rumah adat), dan seluruh masyarakat Wa’e Ia.

Baca Juga:  Bangga! Meruorah Komodo Labuan Bajo Raih Sertifikat Chinese Friendly Hotel 2026 dari Trip.com Group

Rangkaian Ritual Sakral Selama Empat Hari

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ritual Ka Sa’o memiliki rangkaian kegiatan adat yang sangat kompleks dan sakral. Berikut urutan acaranya:

Baca Juga:  Jurus Tari di Panggung Golo Mori

Hari Pertama: Basa Laba dan Liko Bere Dhea – pembukaan ritual yang diawali dengan pembersihan tempat dan pemanggilan arwah leluhur.

Hari Kedua: Pama Ana Ka’e Azi One Nua – ritual penghormatan terhadap rumah adat dan leluhur yang berdiam di dalamnya.

Hari Ketiga: Pama Ana Ka’e Azi Lobo Tozo Thara Dhaga Pu’u Mo’a – simbolik penguatan ikatan antara keluarga besar dan para leluhur.

Penulis : Richard Sumbi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo
Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya
Kontras Sikap NasDem: Anggota DPR RI Dukung Pembatasan Wisatawan, DPRD Manggarai Barat Teken Petisi Penolakan
Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal
Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah
Ribuan Massa Siap Demo! Pelaku Wisata Labuan Bajo Tolak Pembatasan 1.000 Pengunjung ke TN Komodo
Pariwisata Labuan Bajo Bergejolak, Kuota Kunjungan TN Komodo Picu Polemik
Viral Wisatawan Dilarang Naik ke Pulau Padar, Kuota Penuh 1.000 Orang per Hari Jadi Penyebab

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 23:16 WITA

Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo

Selasa, 14 April 2026 - 21:20 WITA

Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya

Selasa, 14 April 2026 - 17:39 WITA

Kontras Sikap NasDem: Anggota DPR RI Dukung Pembatasan Wisatawan, DPRD Manggarai Barat Teken Petisi Penolakan

Senin, 13 April 2026 - 22:26 WITA

Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal

Sabtu, 11 April 2026 - 10:50 WITA

Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah

Berita Terbaru

Pada Senin (14/4/2026), Weng bertemu dengan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia (TMI), Don Muzakir, di Gedung Pusat TMI.

Pemerintah

Aksi Nyata Wabup Manggarai Barat Jemput Program Pertanian ke Pusat

Kamis, 16 Apr 2026 - 13:02 WITA