Melihat sejarahnya, sulu pertama kali dibawa oleh misionaris asal Tonga pada abad ke-19. Mulanya, Sulu dikenakan oleh orang-orang iTaukei Fiji untuk menandakan perpindahan agama mereka ke Kristen.
Namun kini, sulu dianggap sebagai busana nasional Fiji.
Busana ini terdiri dari kain dengan panjang yang bervariasi. Umumnya, panjang sulu mencapai bawah lutut atau mata kaki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sama seperti sarung, sulu digunakan dengan cara dililit dan diikat di pinggang. Pada pria modern, biasanya penggunaan sulu dipadukan dengan ikat pinggang sebagai pengikat.
Tak cuma sebagai pakaian sehari-hari, masyarakat Fiji juga kerap mengenakan sulu dalam acara formal atau acara keagamaan di gereja. Untuk acara formal seperti ini, biasanya yang dikenakan adalah sulu-i-ra atau yang memilik panjang hingga mata kaki.
Dalam situasi tertentu, mengenakan sulu ke gereja juga dianggap sebagai bentuk penghormatan.
Sementara untuk pria, sulu berkantung jadi pilihan busana bisnis dan formal di Fiji. Sulu ini biasanya dipadukan dengan kemeja, sandal, jas, dan dasi.
Demikian sejarah dan informasi mengenai sulu atau rok yang digunakan Presiden Fiji. **
Halaman : 1 2







