SPBU Lembor Tanggapi Dugaan Konspirasi dengan Pengusaha Tambang Penikmat BBM Subsidi

- Redaksi

Sabtu, 25 Mei 2024 - 16:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yan, Direktur SPBU Lembor (Foto: Info Labuan Bajo)

Yan, Direktur SPBU Lembor (Foto: Info Labuan Bajo)

Sementara sebelumya Pengawas SPBU Lembor Erlemelinda Wida berkata, “Minyak ini adalah minyak subsidi yang telah diatur oleh BPH Migas. Jadi setiap hari kita hanya mendapat 8 Kl atau senilai 8 ton jadi 8000 itu otomatis habis pada jam 12. Jadi kalau ada mobil lain tidak kebagian maka harus ikut antri lagi” ungkapnya.

Soal adanya mobil-mobil yang dominan berada dalam antrian itu diduga berasal dari satu perusahan milik PT. Sinar Lembor dan PT. Wae Wake yang berwarna hijau bercampur merah pada bagian belakangnya dan mobil berwarna hijau bercampur hitam pada bagian belakangnya, Erlin menyebut bukan ranah-nya untuk mengecek.

“Mobil yang sama itu mempunyai Barcode jadi kami tidak bisa mendikte mereka apakah mereka itu dari perusahaan atau tidak itu bukan ranah kami. Karena selama ini mereka isi menggunakan Barcode jadi kami isi saja. Kuota mereka setiap hari 200 liter jadi supaya semua dapat, kami hanya layani 75 liter dibagi secara merata,” ungkap Erlin.

Dengan dilayaninya mobil yang sama yang berdampak merugikan yang lain, Erlin menjelaskan, mobil yang berasal dari perusahan itu menggunakan solar industri tapi mereka datang isi menggunakan Barcode.

“Kami tidak mengetahui mobil itu milik perusahan karena semua proses pengisian menggunakan Barcode dan pengisian tidak ada masalah. Mereka sendiri juga yang membuat barcodenya,” kata Erlin

“Kami sudah menganjurkan untuk membeli Pertamina dex namun resikonya ketika ada yang membeli tentu harganya naik dan tentu masyarakat juga merasa rugi,” tutup Erlin.

Dalam penelusuran media ini terdapat sejumlah pengusaha tambang di Lembor yang menggunakan BBM Subsidi untuk operasional mereka.

Misalkan PT Dwiputra yang memiliki lokasi tambang Galian C di Pandang Kelurahan Tangge.

Viki, pemilik usaha tambang galian C ini mengaku memiliki beberapa unit kendaraan yang dipakai untuk mengakut hasil tambang galian C menggunakan BBM Subsidi.

Baca Juga:  Seorang Anggota Polisi Ditemukan Meninggal di Manggarai Timur, Begini Penjelasan Singkat Kapolres

Kata dia, kendaraan-kendaraan tersebut tidak masuk dalam sistem perusahaan tambang yang dimilikinya namun usaha tersebut yang menyewa kendaraan yang dimilikinya itu.

“Bisa tanya ke admin saya,” terang Viki.

“Tidak masuk dalam usaha tambang dia,” tambah Viki.

Menurut Viki, usaha kuari yang dihasilkan dari kegiatan tambang galian C itu wajib membayar penggunaan kendaraan ke dirinya juga.

“Saya pisah-pisahkan uangnya,” tegas Viki.

Terkait masalah antrian yang terjadi di SPBU Lembor, kata Viki ” siapa yang datang duluan itu yang pulang lebih awal.”

Pengakuan sama juga disampaikan Vinsen, pemilik PT. Sinar Lembor.

Ia menyebut sejumlah kendaraan yang dimilikinya hanya dipakai untuk mengangkut material.

Sedangkan Carles, Pemilik CV Fira Karya yang juga memilik usaha kuari di Siru menyebut, kendaraan yang dimilikinya juga dipakai untuk mengakut material.

Berita Terkait

Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit
BREAKING NEWS: Guru SD di Ruteng Berinisial EH Diperiksa Polres Manggarai Barat Terkait Kasus Ini
VIRAL! Diduga Guru PNS di Ruteng Tulis Komentar Pedas Saat Keluarga Berduka, Netizen: Tak Punya Empati!
Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo
Kronologi Kematian Anggota Polisi di Manggarai Timur, Diduga Akhiri H!dup karena Ini
Soal Pengusaha Penggilingan Padi di Lembor Ditemukan Tewas, Begini Penjelasan Warga
Warga Lembor Ditemukan Meninggal di Persawahan Wae Bangka, Polisi Masih Olah TKP
Seorang Anggota Polisi Ditemukan Meninggal di Manggarai Timur, Begini Penjelasan Singkat Kapolres

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 10:34 WITA

Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit

Senin, 20 April 2026 - 10:58 WITA

BREAKING NEWS: Guru SD di Ruteng Berinisial EH Diperiksa Polres Manggarai Barat Terkait Kasus Ini

Jumat, 17 April 2026 - 22:15 WITA

VIRAL! Diduga Guru PNS di Ruteng Tulis Komentar Pedas Saat Keluarga Berduka, Netizen: Tak Punya Empati!

Kamis, 16 April 2026 - 23:16 WITA

Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo

Kamis, 16 April 2026 - 13:48 WITA

Kronologi Kematian Anggota Polisi di Manggarai Timur, Diduga Akhiri H!dup karena Ini

Berita Terbaru

Hati-hati! Memviralkan Orang Berutang Bisa Dipidana, Ini Ancaman Hukumnya (Gambar Istimewa)

Hukum & Kriminal

Hati-hati! Memviralkan Orang Berutang Bisa Dipidana, Ini Ancaman Hukumnya

Senin, 20 Apr 2026 - 18:35 WITA