Setelah menjalani penahanan oleh tentara Jepang selama Perang Dunia II, Pater Beeker kembali ke Lerek dan melayani umat dengan penuh dedikasi.
Keberaniannya dalam menyuarakan kebenaran dan menegur tindakan-tindakan yang dianggap melawan ajaran Katolik seringkali menempatkannya dalam situasi yang tidak nyaman.
Kronologi pembunuhan Pater Beeker.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada malam 19 April 1956, Pater Beeker berada di rumah kecilnya di depan Gereja Watuwawer.
Malam itu, sekitar pukul 22.00 WITA, Pater Beeker dikunjungi oleh Bernardus Baha La Luga, seorang pria dari Kampung Watuwawer.
La Luga, yang pernah dibantu Pater Beeker ketika sakit dan disekolahkan, kini datang dengan niat jahat.
Setelah mengetuk pintu dan menyapa Pater Beeker dengan kata-kata sopan, La Luga juga menjabat dan sempat mencium tangan sang pastor.
Namun, di luar dugaan, La Luga yang membawa parang langsung menyerang Pater Beeker. Dengan kemarahan yang membara, La Luga mengayunkan parang hingga Pater Beeker tewas seketika.
Halaman : 1 2






