Ia menjelaskan, dirinya memang salah satu pendukung dari salah satu paslon di pilkada Mabar, namun ia meminta agar nama paslon itu tidak dibawa-bawa dalam masalah ini.
“Terrkait isu -isu yang beredar bahwa saya adalah pendukung MPRS itu benar. Tetapi saya ingin agar di dalam pemberitaan media, nama paslon tidak di sebut-sebut. Jujur ini murni kesalahan saya sendiri,” tandasnya.
Sementara itu, Kuasa Hukum MPRS, Asis Deornay, SH saat bertemu pelaku dan korban, mengatakan bahwa perdamaian ini adalah wujud bahwa kita ini adalah sesama saudara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Budaya saling memaafkan kata dia adalah jalan keluar yang terbaik dalam penyelesaian kasus seperti ini.
Menurut Asis, pada musim politik pilkada Manggarai Barat 2024 ini, hal paling utama yang diusung adalah menciptakan politik kedamaian dan cinta kasih.
“Kita tidak boleh menggiring opini yang membuat sesama atau warga masyakarat saling dendam dan bermusuhan. Politik harus mengusung nilai-nilai kemanusiaan dan selalu mengedepankan budaya,” tandas Asis memberi pesan kepada terduga pelaku dan korban.
Halaman : 1 2







