INFOLABUANBAJO.ID – Proyek air minum senilai 2, 1 Miliar di Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat diduga dikerjakan asal jadi dan terkesan hanya menguntungkan kontraktor.
Hal itu disampaikan salah satu tokoh masyarakat blok A Translok bernama Marsel saat ditemui di Translok pada Minggu, 08 September 2024.
Ia menjelaskan semenjak proyek air minum ini selesai dikerjakan pada Desember 2022 lalu, nyaris tak ada aliran air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hanya 1 minggu pertama saja airjya lancar. Semenjak itu hingga hari ini hampir tidak ada jalan itu air. Bapak liat saja meteran kami di sana tidak ada aliran air,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan proyek air minum ini gagal mensejahterakan masyarakat di Translok dan sekitarnya.
“Masih ada warga yang mandi di kali karena airnya tidak jalan. Kadang air jalan hanya 1 kali seminggu. Bukan hanya di rumah saya saja tapi di rumah lain juga sampaikan keluhan yang sama,” ujarnya.
Senada dengan Marsel, Muhamad warga Translok Blok C juga menyampaikan hal yang sama. Muhamad menjelaskan air minum yang dikerjakan oleh CV Golo Kulu ini terkesan hanya menguntungkan kontraktor.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






