“Kami lihat pengerjaan air minum ini hanya menguntungkan kontraktornya tapi tidak mengutamakan kepentingan masyarakar,” ujarnya pada Minggu, 08 September 2024 di Translok.
Muhamad menjelaskan ada yang aneh dengan pengerjaan air minum ini.
“Beginikah pak, prorek inikan sudah selesai dikerjakan pada 2022 lalu tapi kontraktornya masih sibuk tangani kalau ada masyarakat yang mengeluh karena air tidak jalan. Kami curiga proyek ini bermasalah. Makanya kontraktornya suruh orang lain perbaiki kalau ada warga yang mengeluh,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keluhan ini bukan hanya masyarakat Translok saja namun juga masyarakat Weor dan Bancang. Bahkan kata dia, ada beberapa rumah yang tidak pernah sama sekali mendapat aliran air.
“Ada yang tidak dapat air sama sekali pak. Bahkan ada yang emosi mau potong pipa masa proyek yabg baru saja selesai tapi sudah bermasalah,” ujarnya.
Menurut Muhamad, kasus ini sedang dilidik oleh Kajaksaan. “Yang kami dengar Kejaksaan sudah datang gali informasi dimasyarakat dan sekalian cek langsung kondisi air. Mereka datang secara diam diam waktu itu,” ujarnya.
Halaman : 1 2







