INFOLABUANBAJO.ID —Perhelatan Liga III ETMC XXXIII di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang semula direncanakan akan berlangsung pada bulan Oktober 2024 akhirnya dibatalkan karena beberapa alasan.
Pembatalan pelaksanaan Liga III ETMC XXXIII di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat merujuk pada surat Askab PSSI Manggarai Barat Nomor 25/Askab PSSI-Mabar/IX/2024 tertanggal 4 September 2024 dengan perihal pemohonan pembatalan pelaksanaan ETMC XXXIII Tahun 2024 di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Asprov PSSI NTT menyatakan pelaksanaan Liga 3 ETMC XXXIII Tahun 2024 yang sedianya dilaksanaskan bulan Oktober 2024 di Labuan Bajo dibatalkan.
Pembatalan pelaksanaan ETMC XXXIII Labuan Bajo tahun 2024 dengan alasan ketidaksiapan Manggarai Barat sebagai tuan rumah, mulai dari ketersediaan anggaran yang kurang hingga fasilitas yang belum mendukung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Alasan tersebut mendapat kritik keras dari Lorens Logam, pemuda asal Manggarai Barat itu sesalkan sikap Pemda dan Askab Mabar yang membatalkan gelarnya turnamen ini di Labuan Bajo.
“Saya kaget dengar berita ini kemarin, kenapa permohonan pembatalan ke Asprov baru sekarang, padahal penunjukan Labuan Bajo (Mabar) sebagai tuan rumah inikan sudah lama, maka dari itu tidak ada alasan lagi untuk membatalkan dengan alasan tidak sehat seperti ini, atau jangan – jangan pengurus Askab dan Pemda Mabar ini sama – sama tidak sehat?” jelasnya
Logam membeberkan soal ketersediaan anggaran daerah yang krisis.
“Inikan alasan yang dibuat – buat sebetulnya, jujur ajalah kita ngomong. Tahun 2022 lalu, kita nggak ikut turnamen ETMC di Lembata karena kendala dana. Lalu hari ini kita undur diri sebagai tuan rumah juga karena kendala dana, padahal tiap tahun PAD kita naik terus. Dulu waktu PAD kita kecil, nggak pernah absen kita mengikuti kompetisi bergengsi ini, kenapa sekarang berbeda gitu? Bagi saya ini soal pilihan kebijakan yang tidak sehat,” ujarnya.
Logam singgung mulut besar dr Weng soal turnamen ETMC Mabar 2024.
“Bulan Juni kemarin, Wabub kita ngomong ke media kalau pemerintah sudah jelas menyediakan dana dan tempat sebagai tuan rumah ETMC di Labuan Bajo. Kalau sekarang faktanya tidak ada dana maka yang disampaikan dr Weng kemarin itu hanya omong kosong belaka.”
“Secara pribadi saya berharap sdra Ketua Askab Mabar segera undur diri dari kepengurusan, biarkan orang – orang yang berkompeten mengurus sepak bola kita. Dampak dari batalnya turnamen ini sangat besar bagi Pemda Mabar, yang pertama sekali soal kemampuan yang minim, kedua pola komunikasi yang tidak sehat (Sangat memalukan), ketiga perekonomian masyarakat terlebih khusus pelaku UMKM. Kalau turnamen ini berjalan saya pastikan perekonomian masyarakat kita cukup meningkat,” tutupnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






