Namun kata dia, meski begitu pihaknya akan memperbaiki kedepan.
“Hal-hal semacam itu apapun yang menjadi kekurangan dalam debat kali ini akan kita perbaiki untuk kedepan,” ungkap Parman.
Ketua KPUD Manggarai Barat ini pun berharap agar semua pihak tetap bersatu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami selalu mengharapkan agar kita semua baik pasangan calon, para pendukung, partai politik dan semua pihak itu kami ajak satu, rukun damai. Berbeda pilihan itu hal yang biasa. Kita tetap satu bingkai yaitu anak Manggarai Barat,” tandas Parman.
Debat yang dimoderatori oleh Desy Natalia dari RRI ini mengusung tema “Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Berbasis Pembangunan Pariwisata Terintegrasi”.
Insiden tersebut terjadi pada saat yang seharusnya menjadi perayaan gagasan tentang bagaimana mengintegrasikan sektor pariwisata untuk kesejahteraan masyarakat Manggarai Barat.
Dalam debat ini, dua pasang calon saling beradu gagasan, yaitu Christo Mario Y Pranda-Richard Tata Sontani (nomor urut 1) dan Edistasius Endi-Yulianus Weng (nomor urut 2).
Debat ini menghadirkan panelis dari berbagai universitas terkemuka, Bill Nope,SH.,LL.M (Akademisi Fakultas Hukum Universitas Cendana/Ketua Panelis), Andi Irfan, S.H.I.,M.H (Ketua Prodi Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Kupang) dan Yonathan Hans Luter Lopo,S.IP, M.A (Akademisi Fakultas Hukum Fisipol Universitas Cendana Kupang).
Halaman : 1 2






