Uang Puluhan Juta Milik Warga Labuan Bajo Diduga Ditipu KSP Obor Mas, Kasus Sudah 2 Tahun

- Redaksi

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uang Puluhan Juta Milik Warga Labuan Bajo Diduga Ditipu KSP Obor Mas, Kasus Sudah 2 Tahun (Gambar Ilustrasi)

Uang Puluhan Juta Milik Warga Labuan Bajo Diduga Ditipu KSP Obor Mas, Kasus Sudah 2 Tahun (Gambar Ilustrasi)

INFOLABUANBAJO.ID – Dugaan penipuan yang melibatkan oknum pegawai Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Obor Mas Cabang Labuan Bajo hingga kini belum menemukan titik terang. Kasus yang sudah berjalan sekitar dua tahun itu menyisakan kekecewaan mendalam bagi para korban, yang hingga kini belum menerima pengembalian kerugian secara utuh.

Sejumlah nasabah dilaporkan menjadi korban dalam kasus ini, dengan total kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Oknum pegawai berinisial Wulan diduga menggunakan modus iming-iming peningkatan saham untuk memuluskan pencairan pinjaman dalam jumlah besar.

Namun, alih-alih mendapatkan keuntungan, para nasabah justru kehilangan uang mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu korban, Katarina Setia (Lastri), mengaku mengalami kerugian sebesar Rp33.500.000. Hingga saat ini, ia baru menerima pengembalian sebesar Rp8.500.000.

Rinciannya, Rp5 juta dibayarkan oleh Wulan, sementara Rp3,5 juta berasal dari manajer cabang.

“Saya sudah menunggu lebih dari dua tahun. Janji tinggal janji. Manajer dulu bilang akan cicil Rp1,5 juta per bulan, tapi tidak berjalan,” ungkap Lastri.

Baca Juga:  Polantas di NTT Dipecat Tidak Hormat Usai Lakukan Pelecehan ke Siswi SMK Saat Tilang Kendaraan

Ia menegaskan bahwa tuntutannya bukan kepada pelaku semata, melainkan kepada pihak koperasi sebagai institusi.

“Saya hanya minta tanggung jawab koperasi. Jangan jadikan proses hukum sebagai alasan untuk tidak membayar hak kami,” tegasnya.

Lastri juga mengantongi surat pernyataan yang dibuat oleh Wulan di kantor koperasi, yang menyebutkan kesanggupan melunasi utang pada 25 Agustus 2024.

Selain itu, ia telah menyerahkan berbagai bukti kepada penyidik, termasuk bukti transfer ke rekening suami pelaku serta percakapan WhatsApp yang berisi janji pembayaran.

Namun hingga kini, semua itu belum berujung pada kejelasan hukum.

Para korban menilai manajemen KSP Obor Mas terkesan melepas tanggung jawab dengan menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus kepada aparat penegak hukum.

Para korban juga menyoroti lambannya proses penyidikan di Polres Manggarai Barat. Meski pemeriksaan telah dilakukan sejak 2024 hingga 2025, status pelaku belum juga ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga:  Resmi Ditahan, 4 Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jalan Golo Welu-Orong Rugikan Negara Rp1,8 Miliar

Kondisi ini memperparah ketidakpastian dan memperpanjang penderitaan korban.

Awak media Info Labuan Bajo telah mendatangi kantor cabang Koperasi Obor Mas di Labuan Bajo, namun manager bernama Mariani Bodhe tidak berada di tempat.

Media ini juga telah melakukan konfirmasi kepada Kasat Reskrim dan Kapolres Manggarai Barat, namun pesan yang dikirim belum mendapat jawaban.

Krisis Kepercayaan

Kasus ini kini memicu krisis kepercayaan terhadap KSP Obor Mas di wilayah Manggarai Barat. Sebagai lembaga keuangan berbasis keanggotaan, koperasi seharusnya menjunjung tinggi prinsip tanggung jawab dan perlindungan terhadap anggotanya.

Namun dalam kasus ini, sikap manajemen yang dinilai tidak tegas dan cenderung menghindar justru memperburuk citra lembaga di mata masyarakat.

Para korban berharap ada langkah konkret dari pihak koperasi, tidak sekadar menunggu proses hukum yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan.

“Kami ini masyarakat kecil. Uang itu sangat berarti. Jangan biarkan kami menunggu tanpa kepastian,” tutup Lastri.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dugaan Premanisme di Labuan Bajo: Pria Ngaku “Preman” Ancam Bunuh Pengunjung Warung Makan Tanpa Sebab
Meski Kerap Mencaci di Medsos, Oknum Guru di Ruteng Justru Dapat Apresiasi Pastor dan Kepala Sekolah, Netizen Bereaksi
Digerebek di Siang Bolong! Dua Pemuda di Labuan Bajo Tertangkap, Sabu Disembunyikan di Kotak Rokok
Tidak Cukup Bukti, Dua Tersangka di Polres Manggarai Barat Bebas dari Jeratan Hukum Kasus Pemalsuan Surat
Modus Dikasih Mie Instan, ASN di Manggarai Barat Diduga Cabuli Bocah 10 Tahun
Polisi Tangkap Penyelundup BBM Ilegal di Perairan Komodo, 1.480 Liter Minyak Tanah Diamankan
Oknum Polisi di Manggarai Barat Dilaporkan ke Propam, Terseret Dugaan Suap Bungkam Media
Diduga ASN Bappeda Manggarai Barat Terlibat Voice Note Kasar Tagih Utang, Publik Murka Gegara Isu Rantenir Viral

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:27 WITA

Dugaan Premanisme di Labuan Bajo: Pria Ngaku “Preman” Ancam Bunuh Pengunjung Warung Makan Tanpa Sebab

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:23 WITA

Uang Puluhan Juta Milik Warga Labuan Bajo Diduga Ditipu KSP Obor Mas, Kasus Sudah 2 Tahun

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:48 WITA

Meski Kerap Mencaci di Medsos, Oknum Guru di Ruteng Justru Dapat Apresiasi Pastor dan Kepala Sekolah, Netizen Bereaksi

Senin, 4 Mei 2026 - 20:32 WITA

Digerebek di Siang Bolong! Dua Pemuda di Labuan Bajo Tertangkap, Sabu Disembunyikan di Kotak Rokok

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:14 WITA

Tidak Cukup Bukti, Dua Tersangka di Polres Manggarai Barat Bebas dari Jeratan Hukum Kasus Pemalsuan Surat

Berita Terbaru

Hak Jawab Polda NTT atas Pemberitaan Dugaan Kekerasan Wartawan di NTT (Gambar: Ilustrasi)

Breaking News

Hak Jawab Polda NTT atas Pemberitaan Dugaan Kekerasan Wartawan di NTT

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:38 WITA