INFOLABUAN BAJO.ID – Kasus dugaan penipuan yang menyeret nama Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Obor Mas Cabang Labuan Bajo kian menyita perhatian publik. Di balik citra koperasi besar yang selama ini dipercaya masyarakat, muncul dugaan bahwa nama dan fasilitas lembaga justru dipakai sebagai “kedok” untuk memperdaya nasabah hingga mengalami kerugian puluhan juta rupiah.
Kasus ini telah bergulir selama dua tahun, namun hingga kini para korban mengaku belum mendapatkan kepastian pengembalian uang maupun kejelasan proses hukum.
Dugaan penipuan tersebut dilakukan oleh seorang oknum pegawai bidang kredit berinisial Wulan yang saat itu bekerja di KSP Obor Mas Cabang Labuan Bajo, Cowang Dereng, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Modus yang digunakan disebut-sebut berupa iming-iming peningkatan saham agar nasabah bisa memperoleh pinjaman dalam jumlah besar. Korban diminta menyerahkan sejumlah uang dengan alasan administrasi dan penguatan saham koperasi.
Namun belakangan, uang para nasabah justru diduga masuk ke rekening pribadi dan tidak tercatat dalam sistem resmi koperasi.
Nama Besar Koperasi Dipakai Yakinkan Korban
Para korban mengaku percaya karena seluruh proses dilakukan di lingkungan kantor koperasi dan melibatkan pegawai aktif.
Salah satu korban, Katarina Setia alias Lastri, mengaku tidak pernah menyangka dirinya akan menjadi korban dugaan penipuan berkedok koperasi.
“Kami percaya karena dia pegawai Obor Mas. Semua pembicaraan dilakukan di kantor koperasi. Tidak mungkin kami curiga,” ujar Lastri.
Lastri mengalami kerugian sebesar Rp33,5 juta. Hingga kini, uang yang berhasil kembali hanya Rp8,5 juta.
Ia menilai pihak koperasi seolah ingin lepas tangan dengan menjadikan proses hukum sebagai alasan untuk menunda tanggung jawab kepada nasabah.
“Kami bukan pinjam ke orang luar. Ini pegawai koperasi. Nama Obor Mas dipakai untuk meyakinkan kami,” katanya.
Surat Pernyataan hingga Janji Manis
Dalam dokumen surat pernyataan yang beredar, Wulan mengakui telah menggunakan uang milik sejumlah nasabah dan berjanji akan mengembalikannya.
Surat itu bahkan dibuat di salah satu rumah kerabat Wulan dan disaksikan oleh manager KSP Obor Mas dan tidak melibatkan korban.
Tidak hanya itu, Manajer KSP Obor Mas Cabang Labuan Bajo, Marianus Bodhe, juga sempat menjanjikan akan membantu mencicil kerugian korban menggunakan gaji pribadinya.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya






