INFOLABUANBAJO.ID – Dunia hiburan malam di Labuan Bajo kembali diselimuti duka sekaligus misteri.
Dalam kurun waktu berbeda, dua perempuan asal Pulau Jawa yang bekerja sebagai pemandu lagu (LC) dilaporkan meninggal dunia usai beraktivitas di tempat hiburan malam (THM). Keduanya datang dengan harapan mencari nafkah, namun justru pulang dalam kondisi tak bernyawa.
Kasus terbaru menimpa seorang perempuan asal Karawang yang meninggal dunia pada Minggu malam (3/5/2026). Hingga kini, penyebab pasti kematiannya belum diumumkan secara resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasus Terbaru: Sakit Mendadak, Meninggal Usai Dirawat
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban sempat mengeluhkan sakit sejak sore hari sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
Pihak manajemen tempat hiburan tempat korban bekerja membantah isu yang menyebut korban meninggal di dalam room karaoke.
Salah satu penanggung jawab THM, Koko Andy, menyebut korban sudah dalam kondisi sakit sebelum mendapat penanganan medis.
“Korban sudah sakit sejak sore dan sempat dirawat di rumah sakit. Dari informasi yang kami terima, korban dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis,” ujarnya.
Meski demikian, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun rumah sakit terkait diagnosis medis ataupun kemungkinan autopsi.
Ketiadaan penjelasan ini memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Kasus Sebelumnya: Dugaan Anggur Oplosan hingga Overdosis
Sebelumnya, publik juga dihebohkan dengan kematian seorang LC bernama Jurmaya alias Luna di salah satu pub karaoke di Labuan Bajo pada akhir Desember 2025.
Dari penelusuran, malam sebelum kematiannya, korban diketahui mengonsumsi minuman yang diduga tidak normal.
Seorang rekan korban menyebut anggur merah yang diminum memiliki rasa asam dan aroma tidak biasa.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







